oleh

Dompleng Menjamur Walhi Bakal Investigasi

MURATARA – Maraknya aktivitas Dompleng di aliran sungai, menimbulkan dampak pencemaran di perairan Kabupaten Muratara. Warga mengaku sudah gerah dengan aktivitas segelitir oknum tersebut, lantaran aliran sungai keruh bercampur lumpur.

Fauzi warga Desa Noman Baru yang sempat di bincangi mengaku, sudah banyak aksi protes yang dilancarkan warga karena keruhnya aliran sungai di wilayah mereka. Masyarakat banyak mengunggah foto dan vidio kondisi sungai rupit yang keruh bercampur lumpur di media sosial.

“Kondisi ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu, sungai kami masih jernih dan bisa si manfaatkan untuk mandi dan lainnya. Tapi sejak banyak yang dompleng darat air jdi keruh,” katanya, Senin (28/12). Selain keruhnya aliran sungai, saat ini warga mulai mengekuhkan penyakit gatal gatal, penyakit kulit, dan sangat sulit mendapatkan ikan di aliran sungai.

Warga mengaku sudah gerah dengan aktivitas ilegal itu, namun warga masih menahan diri lantaran para pelaku yang menjalankan aktivitas dompleng darat tidak lain merupakan warga Muratara. Masyarakat meminta pemerintah setempat agar turun tangan sehingga kerusakan lingkungan tidak semakin menjadi jadi.

“Kalau di biarkan saja seerti ini banyak masyarakat yang jadi korban di bagian hilir sungai,” bebernya. Srmentara itu, kepala dinas Lingkungan Hidup dan pertanahan (DLHP) Zulkifli melalui Kepala Bidang penataan dan penataan Pemantauan Pengolahan Lingkungan, Indrayani mengungkapkan.

Pemerintah daerah sudah tahu jika selama ini aktivitas dompleng menjamur di wilayah perairan Muratara. Terlebih lagi adanya peningkatan harga emas semakin menambah antusias masyarakat untuk mrncari butiran emas melalui beragam cara.

Pihaknya meminta, para pelaku yang menjalankan aktivitas dompleng sadar diri. Karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh. “aktivitas itu jelas ilegal, dan yang mendompleng itu warga kita Muratara. Mereka seharusnya sadar karena pasti tahu kalau sudah banyak warga yang resah,” bebernya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan turun bersama aparat penegak hukum untuk memberantas domoleng liar itu. Dan meminta masyarakat segera membuat laporan resmi mengenai aktivitas dompleng di sekitar lingkungan mereka.

“Kami akan koordinasi dengan provinsi dan aparat oenegak hukum. Karena ini merupakan aktivitas ilegal yang sudah meresahkan warga. Kami bekerja juga harus ada lapiran jelas supaya ada tindakan,” tegasnya.

Terpisah Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, M Hairul Sobri Menyikapi masalah itu, mengungkapkan pihaknya sangat berpotensi melakukan investigasi ke wilayah Muratara untuk menyelidiki masalah pencemaran lingkungan aliran sungai. Pihaknya menegaskan ada beragam komponen yang menjadi faktor pemicu maraknya aksi dompleng darat.

Seperti masalah ekonomi, ketersediaan lapangan kerja atau tidak dijalankannya fungsi pengawasan oleh pemerintah. “Kita minta pemerintah menjalankan fungsi pengawasan, jangan sampai dampak pencemaran itu meluas. Karena aktivitas tambang emas itu pasti mrnggunkan bahan kimia yang berbahaya,” tegasnya.

Pihaknya menegaskan, jika Pemerintah tidak menjalankan fungsi pengawasan tentunya bisa dikenakn sanksi sesuai dengan undang undang yang berlaku. “Pemerintah tentunya mempunyai kewenangan soal itu, mereka ada pengawasan, bisa sosialisasi, dan melakukan penindakan. Kami siap mengawal itu dan kami bisa jalankan fungsi investigasi,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya