oleh

Dorong Petani Tanam Limau

PAGARALAM – Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH mengatakan budidaya jeruk gergah sangat menjanjikan dan memiliki prospek cerah. Karenanya, ia mendorong agar petani di Pagaralam untuk menanam jeruk-dalam bahasa Besemah disebut limau.

“Saya ingin meyakinkan para petani di Pagaralam. Bahwa jeruk itu bisa dijadikan alternatif. Jadi, bukan hanya kopi,” ujar Alpian, saat ditemui di sela kunjungannya. Di kebun jeruk gergah di jalan Dusun Gunung Agung Tengah-Janang, Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara, kemarin.

Lebih lanjut Alpian menjelaskan, jeruk gergah memiliki banyak kelebihan. Di antaranya dari segi produktivitas buah dan harga. Satu hektar jeruk gergah dapat menghasilkan buah antara 20-30 ton. Bila dibandingkan kopi, produktivitas gergah jauh lebih tinggi.

Sementara soal harga, Alpian melanjutkan, jeruk gergah dapat lebih mahal ketimbang kopi. Maka, dengan dua kelebihan ini ia meyakini, petani akan lebih sejahtera. “Ekonomi masyarakat dapat meningkat,” tuturnya.

Alpian yakin petani di Pagaralam akan mulai banyak melirik budidaya jeruk gergah. Apalagi tambah dia, saat ini sudah ada petani jeruk gergah yang sukses. Misalnya Sidarhan di Dusun Gunung Agung Tengah. Alpian pun optimis, lima tahun ke depan, sudah terbentuk 500 hektar kebun jeruk gergah.

“Saat ini baru ada 120 hektar kebun jeruk gergah. Tiap tahun kita targetkan terus bertambah,”tuturnya.

Alpian pun memastikan, Pemkot Pagaralam akan membantu kendala yang dihadapi petani. Misalnya akses untuk mendapatkan pupuk dan obat-obatan. Harapannya kelak, perkebunan kebun jeruk gergah dapat semakin maju dan berkembang.

Sementara itu, Sidarhan, pemilik kebun jeruk gergah mengaku tidak menyesal mengganti tanaman kopi dengan jeruk gergah pada 2016 lalu. Dia menyatakan, ketimbang kopi, budidaya jeruk gergah jauh lebih menguntungkan.

“Dalam satu batang itu, kita bisa dapat 70 kg buah. Kalau dijual dengan harga Rp 25 ribu/kg, keuntungan yang didapat sudah lumayan,” sebutnya.

Soal wilayah pemasaran, Sidar mengatakan, jeruknya tidak hanya di jual di dalam Pagaralam saja. Kata dia, jeruknya sudah dijual ke Jakarta dan Bandung. “Awal tahun lalu, saya sudah mengirim 28 ton jeruk ke Jakarta dan Bandung,” ucap Sidar.

Ia pun mempersilahkan bila ada petani yang ikut menanam jeruk gergah. Baginya semakin banyak yang menanam semakin bagus. “Jangan hanya terpaku dengan kopi,” pesan Sidar. (ald)

Komentar

Berita Lainnya