oleh

Dortmund 3 Inter 2: Hakimi Makin Memukau!

SUMEKS.CO – Lima gol dari empat pertandingan menjadi kunci Borussia Dortmund mengarungi Liga Champions musim ini. Empat dari gol-gol tersebut dicetak pemain berlabel “pemain buangan” yang didatangkan Die Borussen-sebutan Dortmund- dari Real Madrid. Yakni, bek kanan Achraf Hakimi.

Gagal menampakkan performanya di Santiago Bernabeu, pemain 21 tahun asal Maroko dipinjamkan ke Dortmund musim 2018-2019. Di Madrid, ia hanya bermain sembilan kali dan mencetak dua gol. Selama di Bundesliga, Hakimi telah bermain 31 kali bersama Dortmund dengan mengemas sembilan gol di segala kompetisi.

Hakimi makin memukau saat Dortmund menjamu Inter Milan di Signal Iduna Park pada matchday 4 Grup F Liga Champions 2019/20, dini hari kemarin. Sempat tertinggal 0-2, Dortmund akhirnya berbalik menang 3-2.

Inter menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 lewat gol-gol Lautaro Martinez menit 5 dan Matias Vecino menit 40. Skuat Lucien Favre membalikkan skor melalui gol Achraf Hakimi menit 51, Julian Brandt menit 64, dan gol kedua lahir dari sontekan Hakimi menit 77. Di depan skuat Antonio Conte, Hakimi menjadi mesin gol Dortmund.

“Sejak matchday kedua di Praha, Saya sedikit terkejut bahwa pelatih mulai saya dalam posisi menyerang,” kata Hakimi setelah pertandingan. “Saya tahu saya bisa bermain di sana, dan saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan,” tambahnya.

Pada matchday pertama, Dortmund bermain imbang 0-0 menjamu Barcelona. Pada matchday kedua, Hakimi menjadi man of the match lewat sepasang golnya ke gawang Slavia Praha, Rabu (2/10).

Dortmund tumbang 0-2 di markas Inter pada matchday ketiga, tapi mampu membalasnya dengan kemenangan 3-2 di Signal Iduna Park pada matchday keempat. Menjamu Inter, Dortmund sejatinya tak bermain buruk di babak pertama. Sayangnya, mereka kerap silap mengawasi Inter yang akhirnya mencetak dua gol lebih dahulu.

“Kami mengatakan pada diri sendiri bahwa kami harus tancap gas setelah jeda,” ungkap Hakimi, seperti dilansir UEFA.com. “Untungnya, semua berjalan sesuai harapan kami.”

Skor 3-2 pun menjadi milik Die Borussen dan Pelatih Lucian Favre mengaku sangat puas dengan daya juang anak asuhnya. “Kami tidak terlalu buruk di babak pertama, hanya saja kami kehilangan momentum hingga Inter membuat dua gol lebih dulu,” ucap Favre seperti dikutip dari Forza Italian Football.

” Di babak kedua, kami mencoba menyerang ke tengah, tidak lagi mengandalkan crossing dari sisi kiri atau kanan, akhirnya kami bisa mengakhiri laga ini dengan kemenangan,” ujarnya.

Favre pun memberi pujian kepada Achraf Hakimi. Menurutnya, Hakimi memiliki segala potensi yang bisa membuat Dortmund kembali mengarungi Liga Champions dengan keceriaan. Ia menjadi role model para pemain wing back agar tidak ragu melakukan serangan ke sektor pertahanan lawan.

“Achraf adalah pemain yang sangat ofensif. Dia senang sekali membantu penyerangan meskipun posisi aslinya adalah seorang full-back. Performanya sedang menanjak musim ini dan harus saya akui kalau dia adalah pemain yang hebat,” tutup pelatih asal Swiss ini.

Hasil di Iduna Park mendongkrak Dortmund menempel ketat sang raksasa Catalunya di posisi teratas dengan selisih cuma satu poin (8-7). Sementara itu, Inter berada di peringkat ke-3 dengan 4 poin. Slavia di posisi terbawah dengan 2 poin.

Sementara, Pelatih Inter Milan, Antonio Conte terlihat beringas memberikan instruksi saat gol penyama Julian Brandt terjadi di menit 64. Umpatan dari tepi lapangan ternyata tak mengubah gaya permainan Lautaro Martinez semakin dinamis. Hingga akhirnya gol penentu kemenangan Dortmund lahir dari kaki Hakimi yang kembali memberondong gawang Samir Handanovic.

Kekalahan di Signal Iduna Park menjadi pil pahit kedua yang harus ditelan Nerazzurri. Sebelumnya, mereka tumbang saat bertandang ke markas Barcelona, di mana laga berakhir dengan skor 1-2.

Kendati demikian, Conte tak banyak berkomentar usai pertandingan. Menurutnya, para pemain Inter telah menunjukkan daya juang yang luar biasa. “Saya tidak ingin berkomentar soal babak kedua, saya tidak ingin mencari alasan. Kami minta maaf atas kekalahan ini, para pemain karena mereka telah bekerja sangat keras,” ujar Conte, sebagaimana dikutip dari laman UEFA,kemarin.

“Kami perlu meningkatkan diri karena kami berisiko menyia-nyiakan performa bagus kami di masa lalu. Saya ingat ketika kami memimpin 4-1 di Sassuolo di Liga Italia dan pertandingan berakhir 4-4. Kami harus memahami mengapa kami mengalami hal tersebut,” tukasnya.

Dengan dua matchday tersisa, belum ada kepastian siapa yang melenggang lolos ke babak selanjutnya, termasuk Barcelona dan Dortmund. Barcelona berada di posisi terdepan, tapi Slavia juga masih punya peluang. Tiga pekan ke depan, Dortmund akan bertandang ke markas Barcelona, sementara Inter akan melawat ke Republik Ceko untuk menghadapi Slavia Praha. (fin/tgr)

Komentar

Berita Lainnya