oleh

DPO Kasus Pembunuhan Sadis di Tungkal Jaya, Andi Gondrong Dibekuk di Babel

SUMEKS.CO – Pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Tungkal Jaya, Kabupaten Muba pada Januari 2018 lalu berhasil dibekuk aparat Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di Provinsi Kepulauan bangka Belitung, Rabu (3/6/2020) dini hari.

Namun saat akan menunjukkan barang bukti yang digunakan saat melakukan pembunuhan, pelaku Andi Arafat alias Andi Gondrong (35), mencoba kabur dan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur oleh Tim Sunyi Senyap Unit 3 pimpinan Katim Ospnal Aipda Anton.

Pelaku ditangkap di kawasan tambang timah liar, di Desa Mapur, Kampung Melintang, Gg Petir, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Sungai Liat, Babel.

Aksi tersangka ini diketahui setelah polisi menerima laporan keluarga korban Eko Purnama (43), warga Desa Berojaya, RT 15, Kelurahan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba, Selasa 9 Januari 2018 sekitar pukul 06.00 WIB, Desa Suka Damai, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba.

Motifnya, lantaran pohon karet miliknya diduga telah ditebang oleh korban M Kasim (43). korban merupakan paman pelaku yang dibantai saat berada di kebun tengah menyadap karet.

Pelaku membacok korban menggunakan parang, hingga terluka parah pada bagian lengan tangan, perut kiri hingga usus terburai, dan bacokan di kepala bagian kiri. Korban sebelum tewas sempat dilarikan ke Puskesmas Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba.

Tersangka Andi Gondrong mengaku jika kasus pembunuhan itu, dipicu masalah kebun karet. “Masalahnyo, kebun karet aku itu sudah tukar samo Tande. Tande ini kakak ipar aku. Nah Kasim (korban, red) ini bapaknyo Tande. Dia sudah nebang 10 batang karet punya aku, padahal pohon itu sudah aku sadap,” terang pelaku.

Sebelum menemui korban di kebun karet, pelaku sempat menanyakan kembali dengan Tande keberadaan korban. “Kutanyo memang mamang tulah yang nebang pohon karet punyo aku. Kato Tande bunuh bae lah. Aku bawa parang langsung aku temui, tapi dio nyerang aku duluan pakai pahat yang dipakai untuk nyadap karet,” katanya.

Andi mencoba kabur usai kejadian sadis itu ke daerah Tungkal Ilir, Muba lalu ke Cengal OKI, lalu naik speedboat terus aku kabur ke Bangka. “Selamo di Bangka aku begawe di tambang timah di Desa Mapur. Selama 2 tahun hasilnya cukup untuk makan, numpang rumah di dalam hutan itulah,” tukas Andi.(dho)

Komentar

Berita Lainnya