oleh

DPR Minta Pemerintah Jangan Imbau tapi Larang Mudik

JAKARTA – Banyak pihak memprediksi, puncak penularan virus corona atau COVID-19 di Indonesia terjadi pada April mendatang. Hal itu bertepatan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan yang dilanjutkan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Di sisi lain, budaya masyarakt Indonesia adalah mudik untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Kondisi itu, bisa jadi bakal membuat ledakan jumlah pasien COVID-19.

Karena itu, tak sedikit pihak yang meminta pemerintah agar melarang masyarakat mudik.

Usul serupa datang dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie.

Malah, ia meminta agar pemerintah tidak lagi melakukan imbauan, tapi pelarangan agar memiliki kekuatan hukum yang lebih mengikat.

“Saya kemarin juga sudah bilang, jangan sifatnya imbauan, tetapi larangan (mudik),” ujarnya kepada JPNN.com, Jumat (27/3/2020).

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di MPR ini menjelaskan, langkah tersebut merupakan salah satu cara mencegah penyebaran COVID-19.

Pasalnya, corona adalah virus yang punya sarana untuk menular dengan mudah. Di mana manusia menjadi sarananya.

Dalam kegiatan mudik lebaran, jelasnya, terjadi pertemuan orang dalam jumlah yang sangat banyak.

Sangat mungkin di antara orang yang mudik itu ada yang membawa virus dan menularkan kepada orang lain.

“Dengan demikian, yang satu (tertular) itu bisa menjadi sepuluh orang. Yang sepuluh orang, bisa menjadi 100, dan selanjutnya. Jadi, berlipat-lipat jumlahnya,” bebernya. (pojoksatu.id)

Komentar

Berita Lainnya