oleh

DPRD OI Siap Fasilitasi Nakes dan Direktur

INDRALAYA – Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Suharto HS SH siap memfasilitasi antara para nakes yang dipecat untuk bisa  bekerja kembali  di RSUD OI. “Kami siap mempasilitasinya, bila ada nakes yang masih dan mau bekerja di RSUD OI, dengan mempertemukan nakes dengan pihak manajemen RSUD ,”kata  Suharto .

Penjelasan Ketua DPRD OI usai mengecek kelengkapan alat medis di RSUD OI dan memanggil perwakilan 109 tenaga kesehatan honorer yang dipecat oleh Bupati OI H M Ilyas Panji Alam. Pada pemanggilan tersebut, mereka diminta untuk menjelaskan duduk perkara yang terjadi hingga berujung pemecatan tersebut.

Suharto  didampingi Ketua Komisi I, Wakil Ketua Komisi IV dan Komisi terkait lainnya  bertemu dengan 15 orang perwakilan tenaga honorer kesehatan, di ruang rapat pimpinan DPRD OI Jumat sore (22/5/2020).

Dalam pertemuan berlangsung sekitar 1 jam itu, mereka menerima keluh kesah dan mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Dalam pertemuan mereka, ada beberapa orang yang sebenarnya masih ingin bekerja di RSUD OI.  Dan pihaknya  menyarankan agar mereka menemui Direktur RSUD OI dr. Roretta Arta Guna Riama dan berbicara secara kekeluargaan.

”Dan  kami juga siap memfasilitasinya, bila ada nakes yang masih mau bekerja untuk dipertemukan dengan Direktur RSUD,”katanya

Tapi lanjut Suharto,  tentu kembali pada  kebijakan Bupati OI HM  Ilyas Panji Alam yang sebelumnya telah memecat mereka . Sebab SK pemecatan secara tidak hormat mereka sudah keluar dan ditandatangani.

“Tinggal kebijakan Bupati. Tapi mudah-mudahan dengan mengakui kesalahan, hatinya bisa terbuka,” tukasnya.

Pada hari yang sama, Ketua DPRD OI Suharto melakukan pemeriksaan ke RSUD OI di KPT Tanjung Senai, untuk memeriksa langsung fasilitas penunjang untuk penanganan Covid-19, di RSUD.

“Hasil pengecekan langsung, ada  kacamata, masker 2 lapis, helm sepatu sampai sarung tangan kemudian lapisan jaket, lengkap. Jadi hasil pengecekan tidak ada masalah,”katanya.

Selain mengecek kuantitas, pihaknya juga mengecek kualitas dan distribusi pemakaian alat tersebut. Hasilnya, peralatan medis tersebut dinilai sudah layak untuk melindungi tenaga medis dalam menghadapi pasien Covid-19.

“Kami juga menanyakan kepada dokter yang menangani Covid-19, katanya ini sudah layak. APD-nya sudah level 3, cukup tinggi,” pungkasnya.(Sid)

Komentar

Berita Lainnya