oleh

Draf UU Ciptaker yang Sudah Disahkan DPR Tiba di Istana

JAKARTA – Sekjen DPR RI Indra Iskandar siang ini menuju Kementerian Sekretariat Negara untuk menyerahkan draft omnibus law UU Cipta Kerja setebal 812 halaman.

“Sekarang ini saya mau meluncur ke Setneg,” kata Indra kepada wartwan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/10).

Indra Iskandar menegaskan bahwa draft final 812 itu tidak ada perubahan substansi.

“Seperti yang disampaikan kemarin oleh [impinan DPR 812 (halaman). Tidak ada perubahan (substansi), itu menyangkut teknis dari kertas ukuran legal kalau dulu kita menyebut ukuran folio,” tegasnya.

Indra menyatakan, ia berangkat ke Kantor Sekretariat Negara seorang diri dan akan diterima langsung oleh Mensesneg Pratikno.

“Hanya saya sendiri. Enggak (rame-rame), ini urusan teknis administrasi. Di sana akan diterima oleh Mensesneg,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyatakan, DPR RI memiliki waktu satu minggu kerja melakukan proses editing UU Ciptaker yang telah disahkan saat pada Rapat Paripurna Senin (5/10).

Ketentuan satu ninggu kerja tersebut sebagaimana mekanisme tata tertib DPR, khususnya pasal 165 dan Pasal 1 butir 18.

“Sehingga tenggat waktu untuk penyampaian Undang-Undang Cipta Kerja akan jatuh pada 14 Oktober 2020. Pada saat resmi besok dikirim ke Presiden, maka secara resmi undang-undang ini menjadi milik publik,” ujar Azis di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/10). (sta/rmol/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya