oleh

Driver Grab Car Palembang Dibegal!

-Headline, Hukum-1.709 views
Ramai beredar di medsos dan grup WA, siang ini, Jumat, (22/3/2019), video sopir GrabCar Palembang dibegal.

Data yang berhasil dihimpun SUMEKS.CO di lapangan, mobil Honda Brio 1705 US korban tidak dirampas pelaku, korban luka di dalam video itu kemudian diketahui bernama Heriyanto (26)  alias Miming.

Korban Heriyanto alias Miming diperban lehernya, (foto: mobil korban Honda Brio) dan (foto bawa: Korban saat dimintai keterangan oleh anggota Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang di rumahnya. Foto: Julheri/SUMEKS.CO

Korban, warga Jl Prof Dr Soepomo Palembang ini sempat dibawa warga dan dirawat di RS Tiara Patrin, Rajawali, Palembang.

Namun tak lama, Heriyanto sudah diperbolehkan dokter pulang ke rumah. Korban menderita luka tusuk kecil di leher, sehingga tidak berakibat fatal.

“Hanya handphone saja yang diambil. Drivernya selamat, hanya luka di leher saja,” kata salah seorang dokter di RSIA Tiara Patrin kepada SUMEKS.CO.

Mobil korban. Foto: Julheri/SUMEKS.CO

Anggota Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang langsung proaktif.  Meluncur ke TKP di sekitar jalan Pakri simpang Golf.

Saat itu, korban Heriyanto mendapat order baru (tidak lewat aplikasi) usai menurunkan penumpang di ATM tak jauh dari lokasi.

Kepada anggota Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Heriyanto alias Miming menerangkan, ia membawa dua orang pria muda kisaran usai 20-an tahun yang menyetopnya ditengah jalan. 

“Aku seperti lupa, waktu itu bawa dua penumpang laki-laki muda, nggak lewat aplikasi. Dia nyetop aku sambil melambaikan tangan, ” terangnya.

Keterangan korban sempat membingungkan, karena sering mengaku lupa dan tak ingat. TKP lokasi membawa kedua pelaku pun berubah-ubah.

“Pelaku sempat menepak pundak aku, ” katanya.

Saat di kawasan Sukawinatan, korbam dicekal (dibelenggu, red) dengan tangan oleh salah seorang pelaku yang duduk di belakang. Pelaku lain yang duduk didamping korban berusaha mengambil handphone korban.

“Jangan melawan! Aku idak nak ngambek mobil, kami cuman nak ngembek handphone kau, ” cetus pelaku yang ditirukan korban.

Usai mendapatkan handphone M-20 merek Samsung korban, kedua pelaku langsung kabur.

Saat ditanya, kedua pelaku lari kemana? Naik apa? Heriyanto mengaku tidak ingat, lupa.  Sepertinya korban masih trauma atas kejadiannya yang baru menimpanya.

“Syukurlah aku idak dibunuhnyo, ” selorohnya.

Anggota unit Pidum Satresktrim Polresta Palembang memberikan kesempatan pada korban untuk beristirahat, sebelum nantinya memberikan keterangan resmi di Polresta Palembang.

Anggota unit Pidum Polresta Palembang kemudian langsung meluncur ke TKP untuk menemukan apakah ada camera CCTV yang ‘berhasil’ merekam kedua pelaku saat menyetop mobil korban. (jul)

 

 

 

.

Komentar

Berita Lainnya