oleh

Driver Taksol Dibunuh dengan Tangan Kosong

-Hukum-169 views

Polisi Lakukan Reka Ulang

SUMEKS.CO – Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (23/9) siang menggelar reka ulang dengan 23 adegan kasus pembunuhhan driver taksi online dengan tersangka Akbar sebagai otak pelaku. Reka ulang ini diperankan langsung masing-masing terpidana Acuandra, Franata dan Ridwan yang sudah menjalani hukuman lebih dulu.

Tersangka Akbar Alfariz alias Akbar alias Atuk (34), warga Desa Lanang, Kecamatan Rawas, Kabupaten Muratara berhasil diringkus Unit 3 Subdit 3 Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel, pimpinan Kompol Junaidi SH, Rabu (21/8) subuh.

Adegan pertama diawali tersangka Akbar bertemu dengan terpidana Franata. Franata menunjukkan Hp hasil merampok dari pekerja alat berat. Mendengar hal itu tersangka Akbar langsung tergiur untuk melakukan perampokan untuk mendapatkan uang yang banyak.

Lalu pada adegan selanjutnya, tersangka Akbar bertemu dengan terpidanan Acuandra, Franata dan ridwan untuk membuat rencana perampokan mobil. Di adegan ke-6 keempat pelaku kembali bertemu di rumah salah keluarga pelaku.

Para pelaku sempat mencari mangsa driver taksi online sebanyak dua kali namun gagal. Pelaku Akbar marah kepada ketiga rekannya. Lalu pada adegan selanjutnya, tersangka Akbar memesan taksi online menggunakan aplikasi dengan meminjam Handphone (Hp) milik salah seorang ojek di salah satu SPBU di Jl Jenderal Sudirman Palembang namun ditolak.

Pada adegan ke-11, tersangka Akbar meminjam Hp kepada saksi yang sedang menunggu jemputan travel tujuan Prabumulih di SPBU. Kemudian setelah aplikasi milik korban direspon, di adegan selanjutnya, Korban Sofiyan menjemput para pelaku, di tengah jalan pada adegan ke-15 langsung dibunuh dengan menggunakan tangan kosong dengan cara dicekik oleh tiga terpidana dan kehabisan nafas akhirnya meninggal dunia.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfian didampingi Kasubidt III AKBP Yudhi Suhariadi SIk mengatakan, reka ulang dilakukan untuk melengkapi berkas ke Jaksa Penuntut Umum. “Rencana yang dilakukan oleh para pelaku ini sudah dua kali gagal. Dari 23 adegan ini peran Akbar adalah otak pelaku yang memerintahkan teman-temannya. Tiga pelaku sudah menjalani hukuman, untuk Akbar sendiri kita lihat dari keputusan hakim,” terang Yustan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya