oleh

Dua Kediaman Semi Permanen Dihancurkan

-Sumsel-153 views
BANYUASIN – Sekitar 11 orang secara tiba – tiba melakukan pengrusakan terhadap kediaman semi permanen Tumijan dan Aspan, Jumat (1/11) sekitar pukul 14.30 WIB,  di RT 02 RW 01, Jalan Talang Kramat,  Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa,  Banyuasin.
Pengrusakan yang dilakukan oleh sekitar 11 orang itu,  menggunakan godam,  palu dan rantai,  sehingga kediaman semi permanen hancur rata dengan tanah. Akibatnya kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,  dan penghuni rumah yang dihancurkan dilanda kekhawatiran.
“Secara tiba – tiba langsung hancurkan rumah pak, “kata Tumijan didampingi Redi,  keluarga korban pengrusakan ketika ditemui di Polsek Talang Kelapa Kemarin.
Awalnya hari jumat rombongan datang membawa godam,  palu dan rantai kediaman korban. Melihat kedatangan 11 orang itu,  keluarga yang ada didalam rumah langsung keluar.”Kami hanya bisa lihat saja pak dirusak, “bebernya. Ia bersama keluarga tidak berani melawan,  karena massa tersebut cukup banyak.
Tidak hanya pada hari Jumat pengrusakan,  tapi pada hari sabtu,  aksi pengrusakan dilanjutkan kembali.”Kami kira tidak datang lagi, “imbuhnya.
Diakuinya ia bersama keluarga melaporkan ke Polsek Talang Kelapa pada hari Jumat usai pengrusakan. “Karena kami nilai pengrusakan itu tanpa ada surat pengadilan dan lain sebagainya, tanpa ada dasar “tegasnya. Terlebih lagi kediaman yang ditunggu tersebut memiliki SPH beberapa tahun lalu.
Diakuinya kalau tanggal 24 dan 26 oktober lalu,  mereka diminta untuk mengosongkan kediamannya itu,  dengan alasan kalau lahan itu milik orang lainnya.”Hanya sebatas itu saja,”ungkapnya. Secara tiba – tiba datang lakukan pengrusakan dan lain sebagainya di lokasi itu. “Kami minta keadilan, “harapnya.
Ia dan keluarga sampai sekarang trauma,  dengan kejadian itu. “Bahkan takut kalau mereka sampai datang kembali, “keluhnya.
Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar Sik melalui Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Iya sudah kita tindaklanjuti,  bahkan sudah ditetapkan 3 tersangka, “katanya.
Bahkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,  karena proses penyelidikan terus berlanjut. “Ini diduga masalah sengketa lahan,  sehingga terjadi pengrusakan, “ungkapnya. (qda)

Komentar

Berita Lainnya