oleh

Dua Kurir Sabu 79 Kg yang Ditangkap Tim F1QR TNI AL Divonis Mati

SUMEKS.CO – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang memberikan pidana hukuman mati terhadap Herman dan Deni Santoso, kurir narkotika jenis sabu-sabu seberat 79 Kilogram (Kg) yang ditangkap oleh tim patroli Angkatan Laut Palembang di perairan tanjung carat beberapa waktu silam yakni Herman dan Deni Santoso.

Dalam agenda sidang yang digelar Rabu (23/6) dengan agenda pembacaan putusan (vonis) yang dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai hakim Erma Suharti SH MH.

Sidang digelar secara virtual di hadapan kedua terdakwa serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Rini Purnamawati SH serta terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Nizar Taher dari LBH RI.

Dalam amar putusannya, bahwa masing-masing terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika yakni menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

“Mengadili dan memutuskan sebagaimana terdapat dalam dakwaan ke satu JPU Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan menuntut keduanya dihukum pidana mati,” tegas Erma.

Hukuman mati yang dijatuhkan tersebut sama dengan tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya yang menuntut pidana mati. Kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya Nizar Taher SH menyatakan banding, yang lalu ditanggapi oleh JPU dengan menyatakan pikir-pikir.

“Kami akan ajukan banding secepatnya karena kami menilai hukuman mati kepada para terdakwa sangatlah berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta-fakta di persidangan dan menurut kami ini tidak adil,” katanya.

Seperti diketahui, pada Senin 28 Oktober 2019 sekira pukul 02.50 WIB, di atas speedboat di Perairan Ambang Luar Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika. Yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I jenis sabu berupa 79 bungkus narkotika dengan berat 79 kg.

Berawal pada tanggal 20 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB, terdakwa Deni santoso ditelpon oleh Yun alias Yon (DPO) lalu menyuruhnya untuk berangkat ke Batam untuk diberi pekerjaan.

Lalu pada pukul 13.00 WIB, Deni menemui terdakwa Herman dan menceritakan mengenai hal tersebut. Kemudian keduanya mencari pinjaman uang untuk bisa berangkat ke Batam. Setelah mendapatkan pinjaman, lalu pada hari Rabu 25 September 2019, Deni berangkat ke Batam dan bertemu dengan Yun di Hotel Kuda Mas Batam.

Yun lalu menawarkan pekerjaan kepada Deni untuk membawa narkotika jenis sabu dengan upah sebesar 5 juta per kilogram nya, dan sabu yang akan dibawa adalah seberat 3-5 kg, dibawa melalui jalur laut menuju ke darat dan setiba di darat akan ada orang yang mengambilnya.

Kemudian pada Minggu tanggal 27 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB, keduanya berangkat dari Sungai Lais Palembang dengan menggunakan speedboat menuju ke Muara Sungsang Banyuasin. Karena kapal yang membawa sabu tersebut belum datang, kemudian Yun memberikan nomor handphone orang yang membawa sabu tersebut.

Setelah dihubungi terdakwa, orang tersebut menyuruh untuk menuju ke Tanjung Carak dan nanti kapalnya akan memberikan kode lampu berwarna kuning berkedip sebanyak 3 kali.

Lalu speedboat merapat ke kapal tersebut. Selanjutnya 4 orang yang berada di kapal tersebut melemparkan 4 buah tas koper ke atas speedboat dan kapal tersebut pergi.

Dan keduanya pergi menuju ke arah Muara Sungsang. Namun setelah berjalan sekitar 15 menit, keduanya dijentikan oleh petugas patroli Tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut Palembang. Digeledah dan ditemukan dibangku speedboat, 4 buah tas koper yang berisikan 79 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 79 kg dengan dengan berbagai bungkus dan kemasan, dan selanjutnya keduanya diamankan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya