oleh

Dua Oknum Anggota Polda Babel Jual 7 Pucuk Senpi HS Ditangkap, Pembelinya Oknum Polres Polda Sumsel

SUMEKS.CO – Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kep Babel mengungkap kasus pencurian 7 pucuk senpi genggam HS milik Ditsamapta Polda Kep Babel, Senin (27/4/2020).

Dan mengamankan dua pelaku pencurinya yang merupakan oknum anggota Ditsamapta Polda Kep Babel dan tiga pelaku sebagai penadahnya yang merupakan oknum anggota Polres OKU Selatan, dan Polres OKU Timur, Polda Sumsel.

Aparat Jatantras Polda Kep Babel sebelumnya mendapat informasi kalau ada seseorang yang menawarkan Senpi HS di Palembang. Dan berdasarkan hasil penyelidikan, pada pukul 17.00 WIB, Jatanras mengamankan dan melakukan interogasi terhadap Bripda AF dan Bripda MA, keduanya personil Sat Samapta Polres Bangka Tengah Polda Kep Babel.

Saat diamankan, Bripda AF mengakui telah mencuri dan menyimpan Senpi HS milik Dit Samapta Polda Kep Babel bersama Bripda MA. Dan senpi tersebut disimpan di rumah temannya Bripda AF yang bernama Yahya di Kelurahan Kampung Keramat, Pangkalpinang, tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

Barang bukti senpi HS yang berhasil diamankan dari penadahnya

“Setelah dilakukan pencarian, ditemukan Senpi HS dinas milik Ditsamapta Polda Kep Babel yang hilang sebanyak 4 pucuk lengkap bersama kotaknya. Yakni bernomor H191820, H191828, H191836 dan H191850 yang disembunyikan secara terpisah, 2 pucuk di plafon luar rumah, dan 2 pucuk di lorong antara rumah tertutup perahu,” ujar Kabid Humas Polda Babel AKBP A Maladi kepada wartawan, Selasa (28/4/2020) di Babel.

Sedangkan 3 pucuk senpi HS lainnya bernomor H191815, H191826 dan H191833 berdasarkan pengakuan Bripda AF telah dijual oleh Bripda MA kepada Bripda BA, yang bertugas di Sat Samapta Polres OKU Selatan, Polda Sumsel.

“Penjualan 3 pucuk senpi HS tersebut dilakukan oleh Bripda MA sekitar Bulan Februari 2020 lalu, dengan cara menawarkan kepada Bripda BA melalui telepon, dan terjadi kesepakatan harga untuk 3 pucuk sebesar Rp 45 Juta,” tambah Kabid Humas.

Kemudian Bripda MA membawa 3 pucuk Senpi tersebut ke Sumatera Selatan, dengan menggunakan Travel. Dan setelah sampai keesokan harinya terjadi transaksi di Jl Desa Pulau Negara, Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Senpi diserahkan kepada Bripda AF, dan dibayar cash Rp 45 Juta. Keesokan harinya Bripda MA kembali ke Babel, dan uang hasil penjualan dibagi dua dengan Bripda AF, masing-masing menerima Rp 22,5 Juta di Aspol rumah Bripda MA, dan pengakuannya uang tersebut telah habis digunakan.

Saat ini kedua tersangka Bripda AF dan Bripda MA beserta 4 pucuk Senpi HS telah diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum untuk dilakukan pemeriksaan.

Juga dilakukan koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polres OKU Selatan untuk permohonan bantuan mengamankan barang bukti 3 pucuk senpi HS yang belum ditemukan.

Dan para pelaku penadahnya juga berhasil diamankan oleh Polda Sumsel dengan barang bukti 2 pucuk senpi HS dari anggota Polres OKU Selatan dari tangan Bripda BM dan Bripda SD, serta 1 pucuk senpi HS dari anggota Polres OKU Timur Bripda AG.

Bagaimana kronologis hilangnya 7 senpi tersebut? Diketahui pada awal bulan Januari 2020 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat Bripda AF dan Bripda MA berada di Kantin Barak Selan menemukan anak kunci di Meja kantin yang diketahuinya adalah kunci gudang Logistik Ditsamapta yg berada di aspol selan.

Pada saat apel malam pukul 21.00 WIB, Bripda AF dan Bripda MA langsung mencocokkan kunci ke pintu gudang, dan kedua pelaku masuk gudang sempat melihat-melihat sepatu, kemudian terlihat Senpi HS, dan selanjutnya mengambil 3 pucuk Senpi HS lengkap dengan kotaknya.

Kunci gudang malam itu juga langsung dikembalikan ke Lemari Bripda Romi tanpa sepengetahuannya saat masih apel malam. Sedangkan 3 pucuk senpi tersebut disimpan di Aspol Selan Rumah milik Bripda MA.

Tiga pucuk senpi tersebut, sekitar Akhir Januari 2020 ditawarkan ke Bripda BM di Sumsel. Kemudian sekitar awal Februari 2020 ke 3 senpi HS tersebut dibawa oleh Bripda MA untuk dijual ke Bripda BM di Sumsel masing-masing senpi Rp15 juta.

Kemudian sekitar 3-4 hari sepulang dari Sumsel, saat Apel Malam, Bripda MA kembali mengambil kunci gudang dari lemari Bripda ROMI tanpa sepengetahuan Bripda Romi, dan bersama Bripda AF langsung menuju gudang dan mengambil 4 pucuk senpi HS.

Dan selanjutnya disimpan di rumah Bripda MA Aspol selan, dan kunci dikembalikan ke lemari Bripda Romi tanpa sepengetahuannya. Setelah ramai dibicarakan, lalu 4 pucuk Senpi HS tersebut dipindahkan penyimpanannya ke rumah temannya Bripda AF yang bernama Yahya di Kelurahan Kampung Keramat Pangkalpinang, tanpa sepengetahuan pemilik rumah tersebut.

Sementara, Kapolda Babel Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat mengungkapkan terkait dua oknum anggota Polda Babel yang terlibat pencurian senjata api akan dilakukan pemeriksaan terkait pidana umum oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum.

Selain itu keduanya juga akan menjalani pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Babel terkait kode etik. “Terkait apakah nanti di Pecat atau tidak, tergantung dengan putusan praperadilan umum,” tegas Kapolda.(dho/suarabangka.com)

Komentar

Berita Lainnya