oleh

Dua Pelaku Penyekapan Ditangkap, Korban Selamat Diduga Ada Kaitan Narkoba

SUMEKS.CO – Drama kasus penyekapan terhadap Beni Purwanto (32), yang dilaporkan oleh istrinya Meta Maharani (22), ke Mapolda Sumsel, Jumat (22/5/2020) siang berhasil diungkap oleh Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri SH beberapa jam setelah dilaporkan.

Keberadaan korban Beni saat ditemukan di rumah tetangganya Wahyu yang berada tidak jauh dari rumah korban di Jl Perintis Kemerdekaan, Lr Manggar 2, RT 15/04, Boombaru, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II, Palembang.

Dua pelaku yakni RA alias Rudi (48) dan AB alias Budi (37) tak berkutik setelah ditangkap saat menjaga pintu rumah tempat korban Beni disekap.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit III Jatanras Kompol Suryadi dan Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan dari hasil penyelidikan polisi berhasil menangkap dua pelaku penyekapan.

“Dari penyelidikan, korban diculik sudah lewat 24 jam. Sehingga unsur perampasan kemerdekaan sudah terpenuhi. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 333 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” kata Hisar.

Hingga kini, pihaknya masih mendalami motif penculikan apakah terkait narkoba atau tidak. Dalam pengembangannya ternyata korban Beni merupakan DPO Polsekta IT II Palembang karena kasus kepemilikan narkoba.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ditres Narkoba Polda Sumsel. Dan hasil pemeriksaan urine dua pelaku maupun korban ketiganya positif narkoba. Korban Beni ternyata DPO Polsek IT II dalam kasus narkoba, nanti penyidiknya akan menjemput ke sini,” terangnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan (kiri) didampingi Kompol Suryadi dan Kompol Zainuri saat menginterogasi korban Beni. Foto : edho/sumeks.co

Di hadapan petugas, Reni menuturkan kasus penculikan ini berawal suaminya diminta tolong tetangganya Wahyu untuk membeli dua butir pil ekstasi.

Belum sempat mengkonsumsi ekstasi yang dibeli, Wahyu keburu diringkus petugas pada Kamis (21/5/2020).

Keluarga Wahyu ternyata tidak terima dengan penangkapan keluarga mereka sehingga menyusun rencana untuk menculik Beny Purwanto. Aksi penculikan pun dilakukan tak lama dari penangkapan Wahyu.

“Aku ditelpon suami aku semalem sekitar pukul 23.30 WIB. Saya tanya di mano kak. Dijawabl oleh suami aku agek dek denget lagi kakak balek. Tak lama kemudian barulah ia berkata bawah dia disandera oleh keluarga Wahyu,” ujar Reni.

Sebelumnya, Meta Maharani alias Reni (22), istri korban yang melaporkan penyekapan tersebut mengaku suaminya dituduh menjebak Wahyu. Dan diancam akan dibunuh lalu disiram air keras jika tak menyerahkan uang Rp30 juta.

Di hadapan polisi, korban Beni yang bekerja sebagai penguras tangki mobil ini mengaku, permasalahannya hanya karena membelikan 2 butir pil ekstasi.

“Begitu aku kasihkan barang itu dengan Wahyu, Wahyu ditangkap, aku disuruh beli ekstasi itu oleh Wahyu. Duit Rp30 juta untuk nebus Wahyu tadi. Dan kalu idak dikasih aku digebuki, disekap dikunci dari luar rumah,” beber Beni.

Sementara itu, tersangka Rudi mengatakan dirinya bersama tersangka Budi menyekap korban karena kesal dengan korban. “Dio (Beni) beli ekstasi samo keponakan aku. Nah, idak lamo keponakan tuh aku ditangkap polisi. Kami menduga Beni ini cepu polisi, karena itulah kami cari dio biar tanggung jawab keluarke keponakan dari polisi,” ungkap tersangka Rudi.(dho)

Komentar

Berita Lainnya