oleh

Dua Pendaki Jatuh ke Kawah Dempo

-Headline-79 views
PAGARALAM – Dua tubuh manusia tertelungkup dalam keadaan tak bernyawa di bibir kawah Merapi Dempo, Sabtu (2/11), sekira pukul 17.30 WIB. Diduga, dua jenazah ini diduga kuat adalah Fikri (19) dan Jumadi (26), dua pendaki asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang dicari-cari selama dua pekan ini.
Tim Search and Rescue Unit (SRU) bentuk relawan pun bergerak melakukan evakuasi. Proses evakuasi dimulai kemarin (3/11) sekira pukul 10.00 WIB. Kata On Scene Commander (OSC), Fandi kepada wartawan, kemarin.
Evakuasi dua jenazah dari bibir kawah Merapi menggunakan alat mountenering. “Jenazah kita kemas lalu dimasukkan ke tandu. Setelah itu kita tarik pakai tali dari atas (puncak Merapi),”ujar Otek-demikian Fandi biasa disapa-ketika ditemui  di Posko Tugu Rimau.
Dari atas puncak Merapi, tubuh dua survivor dibawa ke pelataran untuk selanjutnya dievakuasi turun dari puncak Dempo. Hingga pukul 19.30 WIB kemarin, tubuh dua survivor  baru berada di shelter II Gunung Dempo kemungkinan baru sekitar jam 21.00 wib sampai ke tugu rimau.

Namun di tiap titik jalur, kata Otek, sudah ada tim yang menunggu untuk melanjutkan estapet hingga Tugu Rimau. Otek bilang, bila dua jenazah sudah tiba di Tugu Rimau, akan langsung diserahkan ke tim medis dan dibawahke RSUD
Besemah.

Pantauan di Tugu Rimau kemarin, dipenuhi relawan dari pelbagai unsur. Mereka bersiap untuk menyambut estapet proses evakuasi. “Kami ikut mengirimkan tujuh orang personil untuk membantu evakuasi,”ujar Koordinator Pos SAR Pagaralam, Lettu (SAR) Alparis ZM SSos. “Tadi (kemarin) lima personil sudah ikut naik ke atas,”ujar Kasat Sabhara Polres Pagaralam Iptu Zanzibar.

Pada mulanya jejak berwujud kalung berliontin gading gajah yang sudah dikonfirmasi merupakan milik Jumadi. Benda ini ditemukan SRU beberapa hari lalu sebelum operasi SAR ditutup Basarnas. Kata Otek, kalung ini adalah kunci bagi SRU untuk mencari Jumadi dan Fikri di lerang Merapi Dempo bagian timur laut. Belum lagi lanjut dia, temuan bekas pelosotan di tempat yang sama. “Sehingga pencarian kami putuskan ke arah bibir kawah,”tutur aktivis Wanadri ini.

Pencarian dibantu dengan peralatan seperti teropong. Sore itu (2/11) teropong SRU menangkap sebuah titik yang mencurigakan sekira 300 meter dari bibir kawah. Setelah diperbesar, titik membentuk sebuah tubuh manusia. Berjarak sekitar 100 meter, di balik batu, ujar Otek, SRU juga melihat satu tubuh lagi. “Kondisi keduanya sudah meninggal dunia. “Posisi tubuh itu tertulungkup,”tambah Iwan, relawan dari Forpa Besemah.

Melihat jejak serta lokasi penemuan, diakui Otek, besar kemungkinan bahwa dua pendaki adalah Jumadi dan Fikri. Keduanya terjatuh ketika akan mencapai bibir kawah Merapi Dempo. “Dan sebelum terjatuh, si Jumadi mungkin melepaskan kalungnya lalu meletakkan di lereng Merapi,”ujar Iwan.

Meski mengakui bahwa dua jenazah itu besar kemungkinan adalah Fikri dan Jumadi, namun Otek tak mau  gegabah. Ia bilang, tim bertugas untuk mengevakuasinya. Sedangkan untuk identifikasi, ujar dia, itu merupakan ranahnya kepolisian. (ald)

Komentar

Berita Lainnya