oleh

Dua Pendaki Masih Kelam

-Sumsel-58 views

PAGARALAM – Operasi pencarian Fikri (19) dan Jumadi (26) di puncak Gunung Dempo memasuki hari terakhir di pukul 18.00 wib, kemarin (31/10). Hasilnya masih nihil, dua pendaki asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi itu seolah ditelan bumi. Operasi SAR  pun ditutup dan personil ditarik secara bertahap.

Komandan tim Posko SAR gabungan Kampung IV Gunung Dempo, Gatta Pramana Putra mengatakan, memasuki hari ke-10 tim masih terus bergerak. Mereka menyisiri lokasi yang sebelumnya didapati benda-benda milik survivor. Hasilnya lanjut Gatta, survivor belum diketemukan. “Sejauh ini belum ada perkembangan,” ujar Gatta, ketika dihubungi kemarin.

Bukan hanya di kawasan puncak Gunung Api Dempo. Pencarian juga dilakukan tim SAR gabungan di sekitar jalur pendakian Tugu Rimau. Dalam sebuah video, tim SAR gabungan nampak menyisir hutan belantara. “Ini kita lagi menyisir hutan jalur Rimau,” ujar Kusmanto, seorang anggota Satgas BPBD, ketika dihubungi. Namun tim di sana juga belum menemukan Fikri dan Jumadi.

Kemarin adalah hari terakhir operasi pencarian setelah sebelumnya diperpanjang. Karenanya kata Benteng Telau, Kasubsie Ops Kansar Palembang, operasi SAR resmi ditutup sejak pukul 18.00 WIB. “Ini sesuai dengan SOP di Basarnas,” ujar Benteng dalam keterangan resmi yang diterima wartawan.

Namun Benteng menambahkan, tak menutup kemungkinan Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ada petunjuk akurat akan keberadaan kedua pendaki tersebut. Penutupan ini juga diikuti dengan penarikan tim SAR gabungan secara bertahap dari puncak Gunung Dempo.

“Tadi ada 12 orang yang turun. Yang tersisa di atas (puncak) ada kurang lebih 20 orang lagi dan akan turun besok (02/11),” ucap Gatta.

Ahmad (60), ayah Jumadi yang datang dari Bungo ke Kampung IV mengatakan, sudah mempasrahkan nasib anaknya kepada Tuhan. Dia pun mengucapkan terimakasih kepada tim SAR gabungan yang telah berusaha mencari anaknya. Sementara itu Hasnah (40), ibunda Fikri, masih menyimpan harapan besar. “Naluri saya mengatakan, anak saya masih ada (hidup),” ujarnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Fikri dan Jumadi dilaporkan hilang di puncak Gunung Dempo sejak 15 Oktober lalu. Sejak hari itulah Basarnas memulai operasi SAR dan dibantu seluruh elemen masyarakat dan lembaga. Senin lalu (28), operasi SAR memasuki hari ketujuh. Lantaran tak ketemu, operasi SAR diperpanjang selama tiga hari yakni hingga kemarin.

Kabar Mengejutkan dari Bukit Timur

DENGAN suara yang terdengar tergopoh-gopoh, lelaki itu memberi kabar lewat telepon kepada sekitar pukul 14.00 WIB kemarin. Kabar ini berkaitan dengan keberadaan Fikri dan Jumadi, dua pendaki asal Bungo Jambi yang kini sedang dicari-cari. “Ada pemikat burung yang melihat Jumadi. Lokasinya di Talang Palak Sijat,” ujar Martin, nama lelaki itu.

“Di mana talang itu,” ucap balik menanya. “Tak jauh dari Bukit Timur, arah Jarai,” jawab Martin. “Korban kabarnya dalam keadaan masih hidup, tapi agak linglung. Tapi yang satunya lagi (Fikri), masih di atas (puncak),” tambahnya.

Kabar ini pun dengan cepat sampai di telinga Fandi, staf operasional Poskodal SAR Kampung IV Kelurahan Gunung Dempo. Otek, demikian sapaan sehari-hari Fandi, bilang tim sudah meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Lokasi ini masuk wilayah Desa Tanjung Menang Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat. Hasilnya katanya tidak ditemukan apapun. “Masih negatif. Saya kebetulan tinggal di sini,” ujarnya ketika dihubungi wartawan.

Bukit Timur memang kerap digunakan para pendaki untuk naik puncak Dempo. Lewat jalur ini, maka pendaki akan langsung sampai ke puncak Merapi Dempo. Tapi kata beberapa pendaki, jalur Bukit Timur ‘tidak ramah’. “Banyak sekali tanjakan ektrim dan jurang curam di jalur itu,” ujar pendaki itu. Maka bisa saja dua survivor itu nyasar ke jalur Bukit Timur dan akhirnya tembus ke Talang Palak Sijat. (ald)

Komentar

Berita Lainnya