oleh

Dua Pendaki Sepekan Menghilang

-Headline-173 views

Diduga Tersesat di Gunung Dempo

 PAGARALAM – Ko awak lah di pos pendakian nginap dulu semalem besok mulai ndaki,” tulis Fikri kepada ibunya, Hasnah (45) lewat Whats’App, sekira pukul 18.00 WIB Selasa pekan lalu (15/10).  Maksud Fikri kurang lebih mengabarkan tentang posisinya saat itu sudah berada di pos pendakian dan akan mulai mendaki esok paginya.

Saat menerima pesan dari anaknya itu, Hasnah berada nun di Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi. Adapun Fikri saat itu diduga kuat berada berada di Gunung Dempo Kota Pagaralam. Ini karena saat berangkat, Fikri pamitan ke ibunya untuk mendaki Dempo .

 “Iya. Pos pendakian di mana?”balas Hasnah. Tapi, balasan Hasnah itu hanya menunjukkan tanda centang satu di WA. Artinya, pesan ini memang terkirim ke WA Fikri, tapi belum dibaca.

Hingga siang kemarin (22/10), pesan dari Hasnah lewat WA itu tetap menunjukkan tanda centang satu, artinya pesannya belum terbaca selama sepekan. Jangankan pulang ke Bungo, Fikri belum membuka chat ibunya. Hasnah panik. 

“Saya sangat khawatir,” ujar Hasnah ketika melapor ke kantor SAR Pos Pagaralam di Jalan Kapten Sanaf kemarin. Sembari bicara demikian ia menunjukkan percakapan terakhirnya dengan anaknya itu. Hasnah memang memutuskan meninggalkan Bungo dan tiba di Pagaralam kemarin siang.

Diketahui pula bahwa Fikri tak sendirian. Sepenurut cerita Hasnah, anaknya itu berangkat bersama Jumadim (26). Jumadi adalah adik ipar Hasnah. Maka, dua pendaki ini sejatinya adalah paman dan keponakan. Kepada Basarnas, Hasnah memohon supaya dapat menemukan anak dan adik iparnya itu.

Bentuk Tim Pencarian Gabungan

Koordinator Pos SAR Pagaralam Lettu (SAR) Pagaralam, Alparis ZM SSos mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan posisi dua korban masih di Gunung Dempo ataukah sudah turun. Sebab katanya, tiada saksi yang melihat keduanya turun.

 “Sementara ini baru dugaan bahwa korban masih di Gunung Dempo,” ujar Alparis ketika ditemui wartawan.

Karena itu lanjut Alparis, pihaknya telah membentuk tim pencarian yang berisi personil Basarnas, Satgas BPBD, relawan pecinta alam dan kepolisian. Tim SAR gabungan ini lalu melaksanakan pendakian ke puncak Gunung Dempo lewat tugu rimau. “Malam ini (tadi malam) juga tim akan melakukan pendakian,”ujarnya.

Kepada ketua RW Dusun Kampung IV Gunung Dempo, Alparis juga memberikan pesan. Intinya kalau melihat dua korban tersebut turun cepat-cepat melapor kepada tim SAR gabungan.

Kusmanto, anggota Satgas BPBD Kota Pagaralam mengatakan, informasi mengenai keberadaan pendaki asal Jambi itu masih simpang siur. Beberapa hari lalu ujar dia, memang ada pendaki dari Jambi.

 “Tapi duanya sudah pulang. Artinya dua yang hilang ini adalah orang yang  berbeda,”ujarnya ketika ditemui di kantor SAR Pagaralam. Namun Kusmanto menambakan, bersamaan dengan itu ada kabar bahwa pendaki dari Pagaralam yang melihat dua korban tersebut di puncak.

Arindi, anggota Satgas BPBD menambahkan, pendaki yang sudah turun dari puncak Dempo pada Selasa pekan lalu itu, tak melihat dua pendaki tersebut.

 “Mungkin mereka naiknya malam hari jadi tidak termonitor,” ujar mantan Sekjend Forpa Besemah ini.

Pesan Hasnah kepada anaknya Fikri lewat WA memang tak berbalas. Tapi di media sosial seperti facebook dan instagram, pertanyaan tentang keberadaan Fikri dan Jumadi saling berbalas-balasan. Semoga keduanya ditemukan dalam kondisi selamat, amin. (Ald)

Komentar

Berita Lainnya