oleh

Dua Pengedar Sabu ini Lolos Tuntutan Hukuman Mati

PALEMBANG – Dua terdakwa warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel yang merupakan sindikat pengedar narkotika melebihi 5 gram dengan barang bukti sabu seberat hampir 200 gram, terancam lolos dari jerat pidana mati.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar di PN Palembang, Kamis (19/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel menuntut terdakwa Riandi alias Andi (35) dan Depri alias Dep (36). Keduanya warga Dusun IV, Desa Air Itam, Kabupaten Pali melanggar pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun kepada masing-masing terdakwa serta pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan,” kata Jaksa Sutanti saat membacakan tuntutan melalui video virtual.

Mendengar tuntutan itu, kedua terdakwa didampingi salah satu penasihat hukumnya Rizal Adi Sutanto SH dari kantor hukum profesional secara lisan berdalih tulang punggung keluarga dan memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim diketuai Efrata Hepi Tarigan SH MH.

“Saya mohon keringanannya yang mulia, orang tua saya sudah tua. Saya tulang punggung keluarga, dan saya menyesal,” pinta terdakwa Depri dalam pembelaan secara lisan melalui video virtual.

Sementara itu, usai mendengar pembelaan lisan terdakwa, Rizal Adi Sutanto SH juga meminta waktu satu minggu pada majelis hakim untuk mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

“Oleh karena itu, maka sidang akan kita lanjutkan pada pekan depan dengan guna mendengarkan pembelaan secara tertulis dari penasihat hukum para terdakwa,” Efrata sembari menutup sidang.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa perbuatan kedua terdakwa itu (berkas terpisah) ditangkap oleh anggota polisi narkotika Polda Sumsel pada Juni 2020 di kawasan Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim yang sedang menyamar berpura-pura menjadi pembeli (undercover buy).

Keduanya diamankan setelah sebelumnya diduga bandar sabu bernama Pesa (DPO) mengecek uang transaksi didalam mobil yang dikendari anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli, lalu setelah keluar dari mobil, Pesa memberikan kode kepada kedua terdakwa untuk menyerahkan dua bungkus plastik sabu dengan kepada pembeli itu.

Setelah kedua terdakwa menyerahkan paket sabu itu, anggota tersebut langsung menangkap dan mengamankan terdakwa, sementara Pesa berhasil melarikan diri saat dikejar oleh petugas kepolisian.

Selanjutnya kedua terdakwa berikut barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk dilakukan Pemeriksaan lebih lanjut. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya