oleh

Dua Terduga Pencuri Tewas Diamuk Masa, Keduanya Ternyata Masih Bersaudara

INDRALAYA – Dua pelaku pencurian hewan ternak sapi tertangkap hingga dihakimi warga. Akibatnya satu pelakunya tewas di TKP sedangkan rekannya dilarikan ke RS Prabumulih dalam kondisi sekarat, namun akhirnya Jumat (25/9) sekitar pukul 06.30 Wib merenggang nyawa .

Peristiwa yang dialami dua bersauadara itu terjadi di Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim, Kamis (24/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedua pelaku tersebut bernama Aswandi alias Andong (35) dan adiknya Solihin alias Jagok (18), keduanya warga Dusun II Desa Gaung Asa Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muara Enim.

Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara dan Kapolsek Tanjung Batu AKP Mujamik mengatakan, amuk masa tersebut, berawal saat korban Samsuri (55), warga Desa Payabesar Kecamatan Payaraman mengaku kehilangan seekor sapi.

Kemudian saksi Syahril dan Musadad, keduanya juga warga Kecamatan Payaraman mencari sapi sapi milik Samsuri itu. Tiba di kebun  karet milik Kemal, warga Desa Seritanjung Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI, saksi melihat ada dua orang yang dicurigai masuk ke Desa Payabesar.

Kesuanya masuk dari arah Kelurahan Payaraman dengan mengendarai sepeda motor .

Lalu, Sahril mendekati  Musadad, karena Musadad ternyata menemukan seekor hewan ternak sapi dalam kondisi sudah mati. Kondisi sudah tersembelih yang ditutupi menggunakan kardus.

Atas penemuan itu, Syahril dan Musadad pulang ke desa dan memberitahukan temuannya.  Keduanya melapor ke Ketua BPD Abdul Tolib.

Lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, mereka bersama warga melakukan pengintaian di sekitar TKP penemuan sapi. Kedua pelaku ternyata kembali dan mendatangi tempat sapi yang sudah tersembelih tadi.

Mengetahui ada warga yang mengawasi, kedua pelaku memilih kabur melarikan diri. Dengan sepeda motor keduanya melaju ke arah Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar (Wilkum Polsek Gelumbang Kabupaten Muara Enim) tidak jauh dari Desa Payabesar.

Kemudian, warga melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku, hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan ke Kantor Kades Menanti Selatan Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Saat di amankan oleh warga pelaku Aswandi Alias  Andong memanfaatkan kelengahan warga untuk melarikan diri.

Aksinya ini diketahui warga dan pelaku Andong dikejar warga Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar hingga tertangkap lagi.

Warga pun kesal dan sudah tersulut emosi hingga main hakim sendiri terhadap pelaku yang menyebabkan luka luka pada sekujur tubuhnya dan pelaku Andong meninggal dunia di TKP.

Berselang waktu sekitar 30 menit, salah satu pelaku  Solihin juga melarikan diri dari dalam kantor Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim

Pelaku pun dikejar warga dan akhirnya tertangkap dan juga dikeroyok oleh warga sehingga kondisi pelaku luka berat dan kritis, lalu dilarikan ke RS Prabumulih, namun Jumat (25/9) sekitar pukul 06.30 Wib Solihin merenggang nyawa.

Mengetahui kejadian amuk massa terhadap, tim Gabungan Personil Polsek Tanjung Batu Polres OI dan Sat Reskrim Polres OI di Pimpin  Kapolsek Tanjung Batu AKP  Mujamik Harun SH di dampingi Kanit Reskrim Polsek  serta Kanit Pidum IPDA Harri Putra Makmur  dan Anggota Opsnal Tim Komodo  Sat Reskrim Polres OI mendatangi TKP.

Polisi membawa  pelaku Aswandi alias Andong yang sudah meninggal ke Puskesmas Gelumbang untuk evakuasi, sedangkan  pelaku Solihin  dibawa ke RSUD Prabumulih

Dari kejadian tersebut, lanjut AKP Robi Sugara, petugas mengamankan barang bukti (BB)  seekor sapi yang sudah disembelih, sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna merah hitam dan sebuah parang, tali dan karung.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan Polsek Gelumbang, agar tidak terjadi aksi balas dendam,’’lanjut AKP Robi.

Masih  kata AKP Robi,  Jenazah  Andong dan Solihin sudah  diserahkan ke Pihak Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak termasuk pihak Keluarganya yang didampingi Kades Gaung Asam Kecamatan Belido Darat Kabupaten  Muara Enim  bernama  Heri.

“Pihak Keluarga menerima dengan Ikhlas dan menganggap sebagai musibah dan selanjutnya tidak menuntut secara Hukum,’’tukasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya