oleh

Dua TPS ini Lakukan Pemilihan Ulang

-Sumsel-700 views

PALEMBANG – Terkait carut marutnya proses pendistribusian logistik dan penyelengaraan pemilu serentak khususnya, kekurangan surat suara pada calon presiden dan wakil presiden, Tim Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Sumsel meminta KPU Sumsel untuk dapat memberikan penjelasan ke publik terkait hal ini. Apalagi, dampaknya banyak pemilih yang tidak mencoblos dengan jumlah cukup signifikan.

“Kita sangat kecewa dengan atas hal ini. Apalagi sampai hari pemilihan berlangsung, masih banyak surat suara capres dan Form C1 di TPS yang kurang. Sangat sulit mengatakan kalau ini sebuah kelalaian atau kekeliruan. Apalagi semua ini sudah bisa diperhitungkan sejak lama,” ujar koordinator Tim Advokasi BPD Prabowo-Sandi Provinsi Sumsel, M Ridwan Saiman SH kepada awak media kamis (28/4) malam.

Dijelaskan Ridwan, pihaknya juga sulit memaklumi kejadian ini. Pasalnya, sejak awal semua pihak sudah bisa memperhitungkan hal tersebut. Terlebih lagi, di Sumsel ini merupakan salah satu basis suara dari Prabowo-Sandi. Dari sini, dapat diduga ini kesalahan teknis penyelenggaran pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang sangat merugikan pasangan Prabowo-Sandi.

“Untuk itu, kami memerintahkan kepada seluruh kader partai koalisi maupun relawan dan Timses Prabowo-Sandi untuk dapat mengumpulkan fakta-fakta pelanggaran dan kesalahan-kesalahan teknis penyelenggaraan pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan massif tersebut. Setelah itu, agar kemudian dapat menjadi bahan dan bukti laporan pelanggaran dan pidana Pemilu kepada pihak berwajib dan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,” tegas Ketua DPD PKS Kota Palembang ini.

Ketua Harian BPD Prabowo-Sandi Sumsel, Habib Mahdi mengungkapkan, ada beberapa hal yang diamati pihaknya dari hasil dari Pilpres dan Pileg yang bisa menjadi catatan semua pihak. Termasuk dengan kekurangan surat suara di banyak tempat dan jumlahnya juga signifikan.

“Ini menunjukkan betapa teknis penyelenggaraan Pemilu di sumsel banyak kekurangan. Bahwa sangat sulit melihat hal ini menjadi suatu yang kebetulan. Saat ini saja, kita masih dapat informasi di lapangan bahwa ada TPS yang masih nyoblos,” bebernya.

Dia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi hal yang memalukan dan menyedihkan. Apalagi dari anggaran untuk pesta demokrasi ini menelan biaya hingga triliunan rupiah. Belum lagi kejadian di beberapa wilayah lain yang dilaporkan tim advokasi.

“Kami berharap KPU kota dan provinsi menjelaskan semua masalah ini. Apalagi khusus kotak suara Pilpres yang tidak ada gembok hanya segel kertas. Kotak sudah dari kardus dan gemboknya tidak ada, mengapa khusus kotak itu,” jelasnya.

Ketua Dewan Penasehat BPD Prabowo-Sandi Sumsel, Budiarto Marsul menyatakan, ini merupakan sikap mereka setelah mendapatkan hasil dari berkeliling kota Palembang pascapemilu. Dari situ, dirinya merasa perlu mempertanyakan dan meminta penjelasan kepada pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Sumsel.

“Kami terus mengumpulkan data-data daerah mana saja yang mengalami kekurangan itu. Kemudian mengambil langkah-langkah dan melaporkan ke Bawaslu, agar diambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang-udangan,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Palembang Divisi Hukum, Abdul Malik mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke KPU Sumsel. Bahkan untuk memastikan tidak ada kekurangan lagi, untuk sementara logistik yang ada di TPS yang sebelumnya bermasalah ini ditarik ke KPU Kota Palembang untuk dihitung ulang dan ditambah sesuai mata pilih ditambah 2 persen.

“Surat suara dan logistik tersebut ditarik ke KPU Kota Palembang. Bahkan untuk perhitungan hasil pemilihan tadi dilakukan dengan disaksikan oleh perwakilan saksi dari paslon nomor urut 01 dan paslon nomor urut 02 dengan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas keamanan,” ulasnya.

Nah untuk TPS yang kekurangan surat suara tadi sebanyak 2 TPS di Kecamatan Ilir Timur II, akan dilaksanakan pemilihan susulan pada 21 April mendatang. “Sudah kita jadwalkan pemilihan susulan untuk dua TPS tadi hari Minggu (21/4) mendatang,” pungkasnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya