oleh

Dua Wakil Sumsel Ikut kunjungan CCT Manila

FILIPINA – Delegasi Program Keluarga Harapan (PKH) Indonesia bersama World Bank melakukan kunjungan ke Pantawid Pamilya Pilipino Program (4Ps) yang dilakukan pada tanggal 7 – 13 Juli 2019.

Melalui ini, para delegasi bertukar informasi dalam pelaksanaan program perlindungan sosial khususnya mengenai Conditional Cash Transfer (CCT). Ada 10 yang dikirim ke Manila Filipina. Dua diantaranya putra Sumsel yakni Eferi Alfansyah Koordinator Kota Pagar Alam dan Zusmiana pendamping PKH Kecamatan Baturaja Barat, Ogan Komering Ulu.

Eferi Alfansyah Koordinator Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan mengatakan. Bahwa FDS merupakan upaya untuk perubahan perilaku dan kemandirian KPM. “KPM dampingan saya yang tergraduasi sudah sebanyak 75 KPM, pencapaian tersebut juga didukung oleh pelaksanaan FDS yang rutin” kata Eferi.

“Saya merasa senang dapat mempelajari 4Ps di Filipina, terutama FDS yang dilakukan disini” tambah Eferi.

Ia berharap FDS yang dipelajari di 4Ps Filipina dapat meningkatkan motivasi dan pengetahuan sehingga upaya graduasi sejahtera mandiri pada KPM dapat lebih maksimal. “Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo, Kementerian Sosial (Kemensos) dan World Bank yang mendukung kegiatan SDM PKH di Filipina” jelas Eferi.

Asep Sasa Staf Ahli Menteri mengatakan, Indonesia dan Filipina dapat menginisiasi agenda penanganan kemiskinan yang sistematis. Serta mengimplementasikan Solidaritas ASEAN untuk target SDG’s khususnya dalam penanganan kemiskinan.

PKH Indonesia dan 4Ps Filipina merupakan program unggulan dari pemerintah pusat masing-masing negara yang memiliki komitmen kuat dalam mengentaskan kemiskinan. CCT sendiri dinilai menjadi program yang efektif dalam penurunan angka kemiskinan.

Hasil kalkulasi World Bank bahwa melalui 4Ps angka kemiskinan di Filipina dapat menurun 1,4 persen. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 melalui PKH kemiskinan di Indonesia menurun 9,66 persen.

Pada tahun 2018 penerima manfaat 4Ps berjumlah 3,9 juta, sedangkan PKH melayani 10 Juta keluarga penerima manfaat (KPM). Turunnya angka kemiskinan di Indonesia tidak terlepas dari peran pendamping PKH dalam melakukan upaya graduasi sejahtera mandiri KPM PKH. (yun)

Komentar

Berita Lainnya