oleh

Dua Warga Gantung Diri, Persoalan Keluarga dan Pacar

-Hukum-221 views
Sekayu – Dua kejadian gantung diri berturut-turut terjadi di wilayah hukum Polsek Babat Toman, Selasa (4/6/2019). Pertama terjadi di kebun karet warga Pal 9 Desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Muba dengan korbannya Yono Manurung (35), berikutnya terjadi di kontrakan Albar, Dusun 1 Desa Ulak Teberau, Kecamatan Babat Toman  dengan korbannya Bobi (31) warga desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman.
Kasus pertama terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, dengan saksi mata Suwarno dan Hakim. Yono sendiri ditemukan tergantung di pohon karet dengan seutas tali tambang menjerat leher, pada tubuhnya tidak ditemukan tanda kekerasan.
Korban ditemukan dalam keadaan kaku dan meninggal dunia selanjutnya setelah dilakukan olah TKP, jasad korban di bawa ke RSUD sekayu untuk dilakukan visum. “Berdasarkan keterangan saksi bahwa korban bercerita sedang  pusing memikirkan masalah keluarga di medan,  pihak polsek Babat Toman sudah menghubungi keluarga korban dan dari hasil konfirmasi dengan keluarga korban bahwa besok keluarga korban akan datang ke RSUD sekayu guna pengambilan jenazah korban,” ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kasat Reskrim AKP Deli Haris melalui pesan whatsapp kepada sumeks.co.
Kejadian kedua yang menimpa Bobi terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dengan saksi Sitora Elpiana (36) dan Daniar (35) kadus setempat. Bobi sendiri diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di kusen pintu belakang kamar mandi kontrakan dengan menggunakan tali tambang warna kuning,. Deli menjelaskan, saksi yang pertama kali mengetahui kejadian adalah Sitora Elpiana, berdasarkan keterangan saksi sebelumnya antara korban dan saksi terlibat keributan di ruang depan kontrakan.
“Saksi Elpiana merupakan pacar korban, setelah ribut di ruang depan kemudian korban pergi ke kamar mandi dan selang 15 menit setelah keributan, saksi menuju kamar mandi dan terlihat korban sudah dalam posisi tergantung di kusen pintu luar kamar mandi,” tandasnya.
Saksi kemudian menjerit keluar bedeng, tidak lama kemudian Daniar selaku kadus yang rumahnya tidak jauh dari TKP datang dan mengecek bahwa benar korban sudah dalam posisi tergantung di kusen pintu kamar mandi. “Pada saat anggota tiba di TKP,  kondisi TKP sudah rusak karena banyak warga yg menonton, korban sudah berada di mobil jenazah,” terang Deli.
Pihak kepolisian kemudian melakukan olah TKP, wawancara saksi dan membawa jenajazah korban ke RSUD Sekayu guna diotopsi. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi mayat dan dapat menerima kematian korban serta tidak akan menuntut secara hukum, mereka sudah membuat surat pernyataannya,” pungkas Deli. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya