oleh

Dua Warga SAD Meninggal Sebelum Ketemu Jokowi

PANGKALAN BALAI – Sekitar 32 Suku Anak Dalam (SAD) melakukan aksi jalan kaki dari Jambi menuju Jakarta untuk menemui Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo. Saat ini posisi suku anak dalam berada di wilayah Banyuasin tepatnya di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh.

Tujuan Suku Anak Dalam yang berasal Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro, Provinsi Jambi ini menagih janji Presiden Republik Indonesia agar mempercepat penyelesaian konflik agraria. “Itu berangkat pada pelepasan 120, tapi menjadi 50 orang,” ungkap Korlap SAD Amirudin, Senin (7/10).

Namun dalam perjalanan sebanyak 50 orang itu kembali berkurang setelah ada 12 orang peserta mengalami sakit, 2 orang peserta meninggal dunia dan lain sebagainya.

“Jadi tersisa 32 orang,” terangnya. Kedua orang peserta yang meninggal dunia itu di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin beberapa waktu lalu.

Masih kata Amirudin, pihaknya pada hari ke 39 istirahat selama tiga hari di wilayah Banyuasin, tepatnya Lubuk Lancang setelah ada yang sakit.”Nginap di ruko yang tidak terpakai,” tukasnya.

Sebelumnya, kelompok Suku Anak Dalam (SAD) dan Petani Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro, Jambi memulai aksi jalan kaki dari Jambi menuju Jakarta pada 28 Agustus lalu.

Aksi ini dilakukan untuk menagih janji Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan konflik lahan antara SAD dan petani dengan PT Berkat Sawit Utama/PT Asiatic Persada. (qda)

Komentar

Berita Lainnya