oleh

Duaaar! Suara Petasan dari Pulau Kemaro Terdengar Sampai ke Ulu

-Headline-5.061 views

Perayaan Cap Go Meh tahun 2019 berlangsung di pulau Kemaro Palembang malam ini, Minggu (17/2).

Suara petasan dari pulau kemaro terdengar tanpa henti. Bahkan terdengar sampai ke seberang ulu sungai Musi.

Setiap tahun, perayaan Cap Go Meh selalu dipusatkan di Pulau Kemaro.

Ribuan umat khususnya keturunan Tionghoa pun hadir dari berbagai daerah mengikuti sejumlah ritual. Ada harapan yang mereka bawa di sana.

Ribuan orang pengunjung, baik umat Tionghoa yang datang untuk beribadah maupun masyarakat lain yang ingin berwisata melihat kemegahan acara Cap Go Meh.

Kegiatan Cap Go Meh merupakan kegiatan ibadah atau religi yang dilakukan setiap tahunnya.

Selain kegiatan ibadah, akan diadakan Kurban seekor kambing hitam untuk keramat Siti Fatimah yang berlangsung pada pukul 00.00 WIB, setengah jam lagi.

Fang Hua (35), warga Jl Kol H Sulaiman Amin, Talang Buruk memarkirkan mobilnya di areal parkir PT ISM Bogasari Flour Mills.

Dia bersama keluarganya mau ke Pulau Kemaro. Untuk puncak perayaan Cap Go Meh sendiri, tahun ini dilaksanakan malam ini(17/2) tepat pukul 24.00 Wib.

Pada saat itu, umat akan melaksanakan ritual persembahyangan untuk Thien atau Tuhan Yang Maha Esa dan Dewa Bumi serta mengorbankan seekor kambing hitam di depan altar Buyut Siti Fatimah.

Hari khusus ini, juga akan dibagikan angpau oleh Dewa Bumi berupa uang koin yang dibungkus kertas merah.

Simbolnya melambangkan keberenutungan. Juga pembagian kantong kuning yang berisi padi-padian oleh Buyut Siti Fatimah.

“Ini melambangkan kesehatan dan kemakmuran,” terangnya.

Bahkan pada malam Cap Go Meh, digunakan sebagian muda-mudi untuk mencari jodoh.

Apalagi di Pulau Kemaro ini juga terdapat pohon yang dikenal sebagian masyarakat sebagai pohon cinta.

“ Biasanya pohon ini banyak dikunjungi masyarakat,” tegasnya.

Selain kelenteng, di Pulau kemaro juga terdapat pagoda dengan ketinggiuan 45 meter yang terdiri dari 9 tingkatan. Dan lebar bagian bawah sekitar 13 meter.

“ Di samping sebagai tempat peribadatan masyarakat khususnya etnis Tionghoa, Pulau Kemaro juga menjadi tempat wisata.

Untuk Ca Go Meh ini saja, tidak hanya dari lokal Palembang, tapi juga dari mancanegara turut hadir.

Informasi yang kita dapat dari malaysia, Singapura, Hongkong bahkan dari Amerika Serikat akan hadir. Biasanya mereka ini datang pada puncak perayaan,” ulasnya.

Joni (34), salah satu pengunjung mengungkapkan, momen Cap Go Meh di Pulau Kemaro ini menjadi waktu yang ditunggu khususnya pada perayaan Imlek.

Apalagi, pada saat itu, bulan purnama pertama akan muncul di awal tahun. Sehingga pada saat itu, masyarakat merayakannya dengan suka cita.

Sin Cia menjadi titik awal dari tahun yang akan kita lalui. Sedangkan Cap Go Meh seperti perayaan besar menyambut bulan purnama pertama di tahun baru.

Kalau untuk Pulau Kemaro, merupakan tempat yang sangat pas untuk melihat bulan purrnama, karena tempat ini kita bisa melihat bulan purnama jauh lebih baik dari tempat lain.

“Belum lagi tradisi dan legenda yang ada di Pulau Kemaro menjadikannya semakin menarik untuk dikunjungi,” bebernya.

Dalam perayaan Cap Go Meh ini, dirinya berharap bisa mendapatkan keberkahan dan rezeki serta kelancaran usaha. “

Selain berwisata, saya juga kerap berdoa di kelenteng dan makam Buyut Siti Fatimah. Dipercaya yang berdoa di Pulau Kemaro ini akan dikabulkan tuhan,” tandasnya. (afi/se)

 

Komentar

Berita Lainnya