oleh

Duel dengan Tetangga, Satu Tewas

-Hukum-267 views

RUPIT – Menipu rekan sendiri berujung di tepi kubur. Mungkin begitulah kondisi yang dialami oleh Barliyan (36), warga Desa Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. Korban tewas di tangan rekannya sendiri SP (36) warga yang sama, setelah kalah duel di jalan poros desa, yang tidak jauh dari permukiman warga, persisnya di depan balai desa.

Nahas itu terjadi Jumat (28/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya SP terlibat cekcok mulut dengan Barliyan, yang diketahui sudah menggelapkan motor miliknya sejak dua minggu terakhir. SP menagih Barliyan untuk segera mengembalikan motor miliknya yang sudah digadaikan ke warga di desa tetangga.

Barliyan berkilah motor yang dipinjamnya itu, masih digunakan istrinya. Namun SP yang mengetahui jika motornya sudah digadaikan, terus mendesak agar Barliyan membayar atau mengembalikan uang Rp1,5 juta, karena motor itu sudah ditebusnya.

Merasa mati kutu, Barliyan langsung mengajak rekannya berduel sampai mati, lalu tiba-tiba korban langsung menikam pelaku dengan sebilah pisau dan kena di bagian punggung, bahkan pisau itu menancap di bagian punggung SP.

Pelaku merasa dicurangi, langsung mengeluarkan senjatanya di balik pinggang lalu mengejar dan menikam Barliyan berkali-kali hingga tewas di tempat. Jenazah Barliyan langsung ditinggalkan begitu saja oleh pelaku, dan pelaku langsung pergi ke pusat kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Selanjutnya, sejumlah warga yang melihat kejadian itu langsung membawa jenazah korban ke pihak keluarga dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Beberapa kerabat korban, awalnya berusaha mengintimidasi keluarga SP yang rumahnya tak berjauhan agar segera menyerahkan SP. Jika tidak ingin perang tetangga itu terus berlanjut.

Namun selang beberapa jam kemudian, pihak kepolisian mengamankan SP yang waktu itu tengah berobat di klinik kesehatan di kelurahan Rawas Ulu.

Menurut pengakuan pelaku ke pihak kepolisian, aksi pembunuhan itu tidak sengaja dia lakukan. Dia mengaku terdesak melakukan itu, setelah dianiaya korban terlebih dahulu.

“Aku sudah baek baek omongi, dio nujah aku duluan, aku terdesak aku sudah luko jadi aku bales,” ungkap SP ke pihak penyidik.

Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rawas Ulu Iptu Ujang AR membenarkan kejadian tersebut. “Pelakunya sudah dapat waktu di klinik kesehatan, untuk korbannya memang tewas. Mereka terlibat duel menggunakan senjata tajam,” tukasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya