oleh

Duet Bill Gates – Mark Zuckerberg Bakal Danai Proyek ASI Buatan

Sumeks.co – ASI atau air susu ibu adalah asupan terbaik untuk bayi dari usia nol hingga 6 bulan untuk ASI eksklusif dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Tapi Amerika Serikat justru memgembangkan teknologi pangan berupa ASI buatan. Ada tangan dingin miliarder dunia di balik pengembangan teknologi tersebut yakni Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

Alternatif ASI sedang diciptakan dan diklaim bermanfaat bagi lingkungan. Perusahaan AS, BIOMILQ, memproduksi ASI buatan dari sel epitel susu manusia yang dikultur untuk tersedia secara komersial bagi konsumen.

Perusahaan pemula telah menerima USD 3,5 juta atau senilai Rp 49 miliar dari dana investasi yang didirikan bersama oleh Bill Gates, Jeff Bezos, Richard Branson, dan Mark Zuckerberg. Dana tersebut dibentuk untuk membantu mencegah dampak buruk perubahan iklim yang diakibatkan oleh emisi karbon.

BIOMILQ bertujuan untuk memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding susu formula. Sebab selama ini sepuluh persen dari industri susu global atau susu formula merupakan sumber gas rumah kaca yang signifikan.

Perusahaan itu mengklaim telah mengembangkan bentuk susu yang lebih mudah dicerna bayi daripada susu formula. Yang paling penting, proyek ini memancarkan jejak karbon yang lebih kecil, yang akan membantu lingkungan.

Tidak jelas kapan ASI buatan BIOMILQ mungkin tersedia secara komersial, tetapi perwakilan dari perusahaan mengatakan semua itu akan tergantung pada persetujuan dari badan pengatur seperti Administrasi Makanan & Obat AS. Pendekatan yang digunakan dalam pembuatan ASI buatan adalah dengan mereplikasi protein utama yang ditemukan dalam ASI manusia. Memanen sel-sel dari sel susu manusia, ASI buatan menyajikan protein yang ditemukan dalam ASI biasa akan mengandung lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan dengan susu sapi atau formula berbasis kedelai.

BIOMILQ mempresentasikan bukti konsep untuk ASI buatan mereka pada bulan Februari. Perusahaan mengklaim bahwa mereka dapat memproduksi kasein dan laktosa, yang merupakan protein penting dalam ASI manusia.

“Sementara ini tidak ada pengganti yang persis sama untuk ASI, namun dengan ilmu pengetahuan dan teknologi akan memberikan persediaan nutrisi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk bayi,” kata Pendiri dan Kepala Eksekutif BIOMILQ, Michelle Egger, seperti dilansir dari Science Times, Senin (22/6).

Salah satu pendiri BIOMILQ dan ahli biologi sel Leila Strickland mengatakan bahwa dengan ASI buatan mereka, orang tua, pengasuh, dan bayi akan diberikan lebih banyak pilihan untuk nutrisi tahap awal buah hatinya. Dia menambahkan bahwa mereka bertekad untuk menciptakan bumi yang lebih baik untuk generasi mendatang.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya