oleh

Dugaan Kuat, Rem Bus Tak Berfungsi

PAGARALAM – Pasca lakalantas maut di Liku Lematang, Pagaralam belum lama ini, penyidik Satlantas Polres Pagaralam intens pulbaket untuk mengungkap penyebab yang menewaskan korban tewas massal .

Kemarin, Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SiK MH melalui Kasat Lantas, Iptu Ricky Mozam mengatakan, dirinya masih belum berkomentar lebih jauh penyebab utama lakalantas bus bernopol BD 7031 AU yang terhempas dari ketinggian puluhan meter jurang Lematang.

Namun, dari hasil pengembangan adanya temuan sementara di lapangan, bahwa kondisi bus jika vulkanisir atau kembang ban tak terlihat. Belum lagi, kanvas tromol habis, serta kondisi rem tak berfungsi. “Sejumlah hasil temuan ini dari lah TKP kerjasama dengan tim Lab Forensik Polda Sumsel,” katanya ditemui di Gedung Satlantas Polres Pagaralam.

Lanjut, Iptu Ricky Mozam, anggotanya juga sudah meminta keterangan dan pemeriksaan ke pihak PO Sriwijaya di Bengkulu. “Anggota kita berangkat pada Kamis (26/12) lalu,” ujar dia.

Mengenai hasil bukti keterangan yang didapat, lanjut dia, bahwa dirinya membenarkan izin trayek bus Sriwijaya Bengkulu tujuan Palembang menyalahi. “Izin trayeknya ada namun rute Bengkulu – Palembang tidak ada dalam izin trayeknya,” ujar dia.

Saat tragedi tersebut, bus berawak tiga orang terdiri dari sopir dan kernet. “SIM B2nya ada. Tapi telah mati, habis masa berlakunya,” kata dia lagi yang enggan menyebutkan nama.

Dari keterangan BAP penyidik terhadap saksi kernet bus Sriwijaya ini, bahwa sang kernet saat kejadian tidak mengetahui persis kronologinya. Karena saksi ini (kernet, red) yang selamat dalam lakalantas dengan 35 orang korban tewas ini dalam kondisi tidur. “Saksi-saksi sudah kita BAP dan sudah pulang,” ujar AKP Ricky Mozam. (ald)

Komentar

Berita Lainnya