oleh

Dukung Vaksinisasi Massal,  Warga Tetap Patuhi Prokes

SUMEKS.CO – SETIAP dokter di Indonesia,  baik dokter umum dan spesialis wajib harus memiliki pengetahuan dan kompentesi untuk merawat pasien terpapar virus Covid-19. Dokter Spesialis Penyakit Dalam merupakan medis pertama kali yang merawat pasien terpapar virus Covid-19.  Berikut penuturan Dr. Depta Antoridi, SpPD, K-GEH, FINASIM, seorang dokter senior yang bertugas di RS AR Bunda Prabumulih, Sumatera Selatan.

====

Informasi awal tentang virus ini didapat dokter Depta akhir tahun 2019 lalu,  pertama kali terjadi di Wuhan, China. ‘’Saya banyak baca berita di media, kita mulai searching dan belajar. Di Sumsel masuk akhir Maret. Kasus pertama terkonfirmasi di Prabumulih dan Palembang. Kebetulan pasien itu adalah teman sejawat kami dan menjadj kasus kematian pertama di  Prabumulih.’’

Sejak itu, dokter dokter meningkatkan kewaspadaannya.  ‘’Kami tidak boleh panic. Dokter biasa mengadapi penyakit dan melihat kondisi seperti itu.’’  Dirinya terus mencari dan menggali informasi mengenai virus tersebut. Yang paling penting itu, bagaimana cara penularannya.  Nah ini yang harus diwaspadai. Misalnya penularan virus melalui droplet, bagaimana droplet ini sampai ke kita, itu yang harus diatasi. Itulah awal dari pencegahan penularan.

‘’Umumnya dokter yang ketemu dengan pasien, akan tahu jika pasien ini memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19. Pencegahan pertama, harus membatasi diri dengan menjaga jarak dan usahakan tidak kontak berlama –lama dengan pasien,’’ kata dokter Depta kerap merawat pasien terpapar yang rawat inap di RS AR Bunda.

Karena RS AR Bunda memiliki tim khusus penanganan  Covid-19. Sebagai dokter spesialis tentunya dilibatkan langsung.

Awal ketika kasus covid di Maret, kelangkaan APD sempat dialaminya.

‘’Rumah sakit dari awal sudah menyiapkan APD walaupun terbatas ini, tapi sempat juga harus hemat . Kita sempat membeli sendiri, minta dengan teman, dikasih relawan. Malah sempat paket hemat, yaitu menggunakan jas hujan. Pokoknya segala daya upaya kita lakukan, karena ini juga untuk memproteksi diri kita,’’ papar dokter Depta yang hobi mengkoleksi aneka hewan eksostis seperti ular, landak mini, bearded dragon, iguna, ikan arwana dan ikan koi

Dengan kondisi pandemic yang masih berlangsung ini, dokter Depta, tetap loyal menjalankan tugasnya. ‘’Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan alat misalnya, alat ventilator dan terus memfasilitas penyediaan obat.‘’

Virus ini memang mematikan. Masyarakat harus taat dengan protocol kesehatan, menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. ‘’Tak terhitung lagi berapa pasien yang sudah saya rawat, sampai sekarang pun masih. Janganlah ada kesan seolah ‘jago,’ nantang’. Virus ini ada. Yang jelas jaga kesehatan, tingkatkan imunitas dengan berolahraga, minum vitamin. Jangan lupa berdoa ,’’ kata dokter yang hobi main golf.

Karena menurutnya, kendali mematikan, tapi tergantung juga dengan imunitas tubuh. Tidak semua pasien yang terinfeksi, akan jatuh pada keparahan atau meninggal.

Dokter yang hobi travelling ke manca Negara ini, sangat dukung rencana vaksinisasi massal.  Seperti diketahui, vaksin sekrang sudah masuk fase tiga dibandung. Sedang diuji coba masyarakat luas.  ‘’Apabila itu hasilnya baik, ,kita sebagai orang kesehatan sangat pendukung dan kita siap bantu sosialiasikan sekaligus menjadi pelaksana,’’ ujarnya sambil menambahkan jika memang vaksin tersebut teruji efektivitas dan kehalalannya. Tapi ingat, kendati sudah ada vaksin, masyarakat tetap diminta mematuhi protocol kesehatan sebagai tatanan hidup baru. (dwitri kartini)

Komentar

Berita Lainnya