oleh

Dukungan Nahdliyin Bondowoso Kuatkan Suara untuk Jokowi-KMA di Jatim

BONDOWOSO – Paslon nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-KMA) percaya diri. Bahwa suara para Nahdliyin di Jawa Timur (Jatim) untuknya pada Pilpres 17 April nanti. Ini setelah para ulama, guru ngaji, tokoh masyarakat dan warga Nahdliyin melaksanakan ikrar mendukung paslon 01. Di Ponpes Al-Furqon Jambesar Darussolah, Minggu (10/3). Ikrar itu diklaim dilakukan para ulama dan warga Nahdliyin se-Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Mereka mendukung paslon 01. Karena duet Jokowi-KMA diyakini dapat membawa bangsa dan negara Indonesia jauh lebih maju. Sebab, Jokowi dan mantan Rais Aam PBNU itu sebagai representasi bangsa Indonesia. Jokowi representasi nasionlis, sedangkan Kiai Ma’ruf religius.

Koordinator para Alim Ulama’ NU, KH Kurdi Sulaiman, mengatakan. Deklarasi dukungan ini sebagai wujud kepedulian Ulama NU Bondowoso terhadap Kiai Ma’ruf Amin. Ketua Umum MUI itu dianggap sebagai representasi warga Nahdiyin. “Maka wajib hukumnya bagi warga NU untuk mendukung dan memenangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berasal dari NU,” tandas Kiai Kurdi yang juga pengasuh Ponpes Al-Furqon.

Selain itu, capres Joko Widodo, yang berasal dari keluarga sederhana yang agamis. Sehingga tidak perlu diragukan lagi. Karena dari silsilah keluarga juga termasuk salah satu pejuang dan pemeluk agama Islam murni, bukan mualaf. “Oleh karena itu, saya mengajak seluruh warga NU dan seluruh masyarakat Bondowoso. Untuk memenangkan H.Joko Widodo dan KH Makruf Amin sebagai Presiden dan Wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” ajak KH Kurdi Sulaiman.

Sebagai langkah lanjutan, Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Asembagus Situbondo ini akan turun ke desa-desa. Dari pintu ke pintu untuk mengajak masyarakat bersama-sama memenangkan Capres dan Cawapres nomor urut 01. “Tentunya, sebagai warga NU yang baik harus memenangkan calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 01. Pada tanggal 17 April 2019 mendatang, karena disitulah nama NU dipertaruhkan.
Namun, ketika ada warga NU memilih orang lain yang bukan tokoh NU berarti sudah salah,” ucapnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya