oleh

Dulmuluk dari Betawi Hadir di Teater Mini

SUMEKS.CO – Kepala Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sriwijaya, Dr. Rita Inderawati, M.Pd., dalam upayanya memperkenalkan dan memanfaatkan Teater Mini  Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Sriwijaya, pada Kamis (16/12/2021) mengadakan workshop seni peran/teater tradisi bersama narasumber yang hadir dari Jakarta, Dr. Syaiful Amri selaku Pembina/Penasehat Yayasan Komedi Betawi dan dihadiri oleh mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum yang berasal dari berbagai kalangan secara daring dan beberapa peserta yang hadir terbatas secara luring. Kehadiran narasumber workshop ini di kota Pempek ini adalah untuk menjadi pembicara di seminar nasional bahasa, sastra, dan budaya yang digagas oleh Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumsel yang diketuai oleh Prof. Nurhayati, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Unsri dan memerankan Dulmuluk dalam Pementasan Dulmuluk yang juga merupakan hajat himpunan sarjana sastra dan disutradari oleh ketua HISKI tersebut.

Kehadiran pelakon Dulmuluk dari Betawi di Palembang disambut sumringah oleh Kepala Lab Teater Mini  yang juga mendapat peran sebagai pedagang di kerajaan Berbari dalam lakon Dulmuluk untuk berbagi ilmu dengan dosen, mahasiswa, guru secara daring di lab tersebut. Latihan berdrama dalam rangka Pentas Dulmuluk, mereka lakoni secara daring diikuti oleh 11 provinsi pemeran seni tradisional Palembang tersebut.

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (JPBS)  Universitas Sriwijaya, Dr. Didi Suhendi, M.Hum, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa senangnya bahwa kedatangan Dr. Syaiful Amri, atau yang akrab disapa Bang Ipul, dapat memberikan pengetahuan yang berharga terkait dengan persolan pementasan drama. Wakil Dekan I FKIP, Dr. Ismet, M.Si., mewakili Dekan FKIP Unsri, Dr. Hartono, M.A., yang sedang bertugas ke Lampung, juga menuturkan kalimat senada dalam sambutannya dan menambahkan pesan kepada Kepala Labdik untuk perlu memperbanyak kegiatan-kegiatan seperti ini karena “seni itu kalau tidak dilatih, ya barangkali tidak bisa tumbuh dengan baik,”  jadi dengan adanya kegiatan seperti pembinaan dan latihan, keberadaan kegiatan teater yang ada di JPBS akan memberikan warna tersendiri untuk FKIP Unsri. Pada kesempatan ini, Wakil Dekan I FKIP tersebut menyematkan Tanjak, semacam topi atau penutup kepala  tradisional masyarakat Palembang kepada narasumber sebagai tanda penghormatan terhadap tamu.

Workshop secara daring dan luring yang dipandu oleh Koorprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ernalida, S.Pd., M.Hum., Ph.D. ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pengarahan dan motivasi kepada peserta mengenai seni peran dan teater tradisi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan sepenggal dialog yang diberikan oleh Bang Ipul untuk menambah pengalaman mereka dalam akting yang kemudian diulas penampilan mereka oleh beliau karena menurut beliau “teater itu harus dipraktekkan. Kalau tidak dipraktekkan, kita tidak tahu apa-apa.”

Salah satu dialog yang diberikan berbunyi “Apakah saya harus berteriak, menangis meraung-raung, agar setiap orang tau bahwa saya menderita?” Emosi yang ditangkap dan diperagakan dari kalimat ini pun beragam. Jasmine, peserta workshop dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2018, menampilkan dialog tersebut dengan menggunakan nada rendah dan perasaan sedih. Pada sesi tanya jawab, tampak Sekretaris Jurusan, Erlina, M.Pd., M.Ed. aktif bertanya seputar teater kepada Bang Ipul.

Satu hal yang ditekankan oleh Bang Ipul adalah yang paling penting adalah menjaga tradisi dan pribadi kita serta memajukan teater tradisi. Contohnya, Lenong yang merupakan teater tradisi komedi betawi yang harus kita jaga. Sama halnya dengan Dulmuluk yang merupakan teater tradisi dari Palembang. “Kalau kita tidak bangga dengan budaya kita, siapa lagi?” tutur beliau.

Kegiatan workshop diakhiri dengan penandatanganan kerjasama antara Yayasan Komedi Betawi dan Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia  serta Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang akan melakukan kegiattan bersama dalam hal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bersama serta Forum Ilmiah (Pelatihan, Kuliah Umum, Lokakarya, Seminar, dan Workshop). (Js)

Komentar

Berita Lainnya