oleh

Dulu Kumuh, Sekarang Jadi Arena Bermain

Melihat Bawah Jembatan Ampera yang Sudah Jadi Arena Skateboard

sumeks.co – Keinginan Pemerintah Kota Palembang untuk menyediakan fasilitas umum bagi penghobi olahraga tidak diragukan lagi. Kolong Jembatan Ampera yang sempat 14 tahun dijadikan lapak berjualan, sejak  pemindahan terminal ke Karya Jaya, kini diubah menjadi sarana bermain skateboard. Ya, sejak 2016, kolong jembatan kebanggaan Wong Sumsel itu kini sudah rapi dan bersih.  Setiap sore anak muda kawasan Seberang Ulu memanfaatkan kolong Jembatan Ampera menjadi tempat bermain skateboard.

DENDI ROMI – Palembang

Sebelum pengoperasian Terminal Karya Jaya, kolong Jembatan Ampera sejak tahun 1970-an sampai 2002 menjadi terminal bagi angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP). Boleh dikatakan, hampir seluruh bus AKDP di Sumsel menggunakan kolong Jembatan Ampera dan sekitarnya sebagai terminal atau loket bus. Seperti  angkutan atau bus jurusan Palembang-OKI, Palembang-Pagaralam, Palembang-Lahat, Palembang-OKU, Palembang-Muara Enim, Palembang-Bengkulu, Palembang-Lampung, dan bus jurusan lainnya. Seluruh loket atau terminal bus tersebut berada di bawah Jembatan Ampera dan sekitarnya.

Saat musim hujan, jalan di bawah Jembatan Ampera dan kawasan terminal lainnya terlihat kumuh karena becek dan tidak dibangun jalan aspal atau cor beton. Bercak tanah yang becek berwarna kehitaman. Warga yang lalu lalang di bawah Jembatan Ampera menggunakan sandal jepit, dipastikan akan terciprat bercak tanah.

Di bawah jembatan yang dibangun semasa Presiden Soekarno itu juga digunakan pedagang untuk membuka toko atau lapak berjualan. Apakah itu pakaian, roti, dan rumah makan skala kecil lainnya yang menjadi langganan sopir dan penumpang.

Nah, sejak Terminal Karya Jaya dibangun dan dioperasikan pada 2002 lalu, seluruh bus dan angkutan dipindah ke kawasan Kecamatan Kertapati tersebut. Namun pedagang pakaian bekas atau yang dikenal dengan sebutan BJ mendirikan lapak dan berjualan.

Salah satu warga yang biasa mangkal di kawasan Jembatan Ampera, Yan menuturkan bahwa dirinya tahu persis perkembangan dan geliat ekonomi di kolong jembatan tersebut. Sebab dirinya selama hampir 17 tahun membuka dan bekerja di loket Bus Dharma Karya.

“Bawah Jembatan Ampera ini dirapikan dan berubah menjadi tempat bermain skateboard pada tahun 2016. Sejak terminal dipindahkan ke Karya Jaya, bawah jembatan (Ampera) masih digunakan pedagang untuk berjualan. Khususnya pedagang BJ,” kata Yan saat dibincangi sumeks.co, Jumat (22/2).

Sebagai warga, dirinya setuju dengan kebijakan Pemerintah Kota Palembang yang merapikan bawah Jembatan Ampera dan dijadikan tempat bermain skateboard. Hanya saja, alangkah baiknya jika tempat yang sudah dibangun ini dijaga dan dirawat dengan menempatkan petugas. Sehingga bisa mengawasi arena bermain skateboard. Sebab, tidak jarang, anak-anak yang bermain skateboard meniti lintasan dengan naik turun, menyebabkan fasilitas rusak.

“Kita tidak bisa mencegah waktu anak-anak loncat sana loncat sini bermain skateboard karena memang di situlah seninya bermain skateboard,” tuturnya.

Dia masih ingat saat kolong Jembatan Ampera dan kawasan sekitarnya digunakan sebagai terminal. Geliat ekonomi terasa bagi masyarakat yang tinggal di daerah 7 Ulu. “Pedagang, jasa keruntung (angkat pikul), pemilik ketek (perahu motor bermesin) mencari uang dari hilir mudik penumpang bus atau angkutan.  “Sekarang katek lagi wong yang nyari duit dari terminal di bawah proyek ini (sebutan lain Jembatan Ampera),” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya