oleh

Dunia Usaha Lesu, Siapkan Stimulus Pajak

Sekayu – Wabah Covid-19 yang menjadi pandemik global benar-benar berimbas ke dunia usaha termasuk di Bumi Serasan Sekate. Selain sepi, sejumlah pemilik usaha lantaran khawatir memilih menutup atau mengurangi usahanya.
Sejumlah langkah dilakukan Pemkab Muba guna mengurangi imbas ke masyarakat dan dunia usaha, salah satunya memberikan stimulus. “Rencananya akan diterbitkan melalui Surat Keputusan Bupati, diantaranya penghapusan jatuh tempo pembayaran pajak dalam hal ini 10 pajak daerah, kemudian tidak diberlakukan sanksi denda keterlambatan. Ini akan kita lakukan hingga per tanggal 31 Desember 2020,” ujar Kepala BPPRD Muba H Riki Junaidi.
Diketahui 10 pajak daerah itu yakni pajak hiburan, restoran, hotel, sarang burung walet, pajak air bawah tanah, reklame, mineral bukan logam, PBB, BPHTB hingga PPJ. “Terutama bagi tiga yang paling terdampak bagi dunia usaha, yakni pajak hiburan, hotel dan restoran,” tandasnya.
Untuk itu pihaknya bakal melakukan revisi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mana sebelumnya Rp338 Milyar di tahun 2020. “Untuk revisinya berapa masih dibahas, yang pasti turun dibawah itu. Sejauh ini realisasi triwulan pertama masih sesuai target, yakni Rp89 milyar atau 26 persen. Cuma memang imbas Covid-19 mulai sangat dirasakan akhir maret, april dan beberapa bulan kedepan, jadi untuk perhitungan baru kita ketahui pas hasil triwulan kedua nanti,” kata Riki.
Diakuinya sudah 3 pengusaha yang mengajukan keberatan pajak, ada yang memang sudah menutup usaha ada juga yang meminta keringanan pajak. “Kita akan lihat, kalau sesuai prosedur tentunya akan kita penuhi. Tapi kita akan verifikasi dulu kebenarannya, takutnya bilang tutup ternyata masih buka,” katanya.
Sejumlah pemilik usaha di Bumi Serasan Sekate sendiri memilih menutup usahanya guna mencegah penyebaran Covid-19. Seperti dilakukan Dodi Mahadi, pemilik
Hotel Merah Putih di Kota Sungai Lilin.
Semenjak 1 April lalu, pihaknya sudah menolak tamu yang masuk. “Kini cuma tinggal 4 kamar saja, itu untuk yang memang sudah kontrak dari perusahaan. Kalau tamu umum sudah kita tolak semua,” ujar Dodi, pemilik hotel Merah Putih kepada Sumeks.co
Kebijakan itu dia ambil guna melindungi pekerjanya serta mencegah penyebaran covid-19. “Kita khawatir, kita lihat perkembangan 1-2 bulan. Untuk pekerja sementara masih digaji dan sudah jadi resiko kita, cuma kalau lama wabahnya, yah gak tau, bisa sampe PHK, tapi semoga tidak sampai. Harapan kita ada subsidi lah dari pemerintah untuk dunia usaha, jangan sampai jatuh,” tukasnya.
Beberapa usaha memang terpantau menutup usaha sementara, seperti di Kota Sekayu, ada tempat rekreasi Cha-Cha Waterfun tutup hingga 30 April mendatang, ada juga RM Abah Opan di Jalan Lingkar Randik, serta sejumlah usaha lainnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya