oleh

Edarkan Sabu, Pasutri ini Terancam Hukuman Seumur Hidup

PALEMBANG – Terdakwa Imam dan Suryati yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) terpaksa harus berhadapan dengan majelis hakim PN Palembang akibat perbuatannya menjadi pengedar 3 paket sabu dengan berat melebihi 5 gram.

Keduanya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Indah Kumala Dewi SH MH dalam gelar sidang Kamis (17/12) secara virtual dihadapan majelis hakim diketuai Efrata Hepi Tarigan SH MH dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan saksi.

Sebagaimana di dalam dakwaan JPU, Pasutri yang mengaku telah menjalankan bisnis jual beli sabu selama 1 tahun ini dijerat dengan pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mendengar pembacaan dakwaan dari JPU, majelis hakim mengatakan sebagaimana barang bukti yang didapat sebanyak 29,56 bahwa keduanya dapat terancam pidana maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

“Dengan barang bukti sabu sebanyak ini, anda berdua dapat terancam pidana maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,” kata Efrata.

JPU Indah juga menghadirkan dua orang saksi yang merupakan anggota kepolisian Polrestabes Palembang, yakni Rudi dan Africo.

Dalam memberikan kesaksiannya Rudi mengatakan saat itu dirinya dan Team Hunter Sat Sabhara sedang berpatroli rutin di kawasan Museum Purbakala.

“Saat melintas berpatroli disana, kami mencurigai gerak gerik keduanya yang berboncengan dan kami pun langsung memeriksa,” ungkap Rudi.

Lebih jelas Rudi menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan dari dalam tas terdakwa Isuryati yang merupakan Istri dari terdakwa Imam didapati 3 paket Narkotika jenis Sabu yang dibungkus plastic klip bening yang ditemukan didalam tas pinggang berwarna abu-abu yang dipakai oleh terdakwa Isuryati.

“Saat diintrograsi keduanya mengakui jika barang tersebut merupakan milik mereka,” ujar Rudi dalam video virtual.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, dijelaskan bahwa terdakwa Isuryati alias Ria dan terdakwa Imam pada September 2020 lalu, tepatnya di Jl Syakyakirti, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dengan berat netto 29,56 gram, yang dikemas dalam plastik bening sebanyak 3 paket.

Setelah diinterogasi kedua terdakwa mengakui bahwa narkotika jenis shabu tersebut benar milik kedua terdakwa yang didapat dari seorang bernama Bik Cek (belum tertangkap) dengan cara bertemu di Lorong Cek Latah Tangga Buntung Palembang dan dititipkan terlebih dahulunkepada kedua terdakwa, kemudian keduanya harus menyetorkan uang sebesar 15 juta kepada bik cek (belum tertangkap).

Dan apabila tersebut habis terjual maka kedua terdakwa akan mendapat keuntungan sebesar 2 juta rupiah yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari kedua terdakwa.

Atas perbuatannya kedua terdakwa berikut barang bukti langsung dibawa ke Sat Res Narkoba Polrestabes Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya