oleh

Ekonomi Sumsel Menurun 1,37% Terdampak Covid 19

Sumeks.co – Pandemi Covid 19 menyebabkan melemahnya kondisi ekonomi nasional berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Sumsel. Kontraksi (minus) pada triwulan II saat pandemi ini, ekonomi Sumsel terrkontraksi mencapai 1,37%, Kamis (6/8/2020).

Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyu Ningsih mengatakan, kontraksi ekonomi Sumsel lebih rendah dibandingkan ekonomi nasional. Pada triwulan II ini, ekonomi Sumsel mengalami kontraksi dibandingkan triwulan I sebesar 2,3 persen. Sedangkan nasional sebesar 5,81 persen.

Melemahnya daya beli menyebabkan lapangan usaha yang terkontraksi seperti halnya perdagangan besar dan eceran sebesar 12,52%, transportasi dan perdagangan sebesar 14,43%, dan penyediaan jasa akomodasi, makanan dan minuman sebesar 22,19%.

“Di Sumsel ini, pandemi memang paling terasa di triwulan II, karena awalnya pandemi diumumkan pada akhir Maret lalu. Karena itu, ada yang masih tumbuh sebagai kebutuhan saat pandemi dan yang sangat terpengaruh akibat pandemi,” terang dia.

Sedangkan sektor yang terkontraksi di antaranya pertanian, kehutanan dan perikanan di mana gabah kering giling turun 4,69%, di mana luasan panen beberapa komoditas mengalami penurunan 15%, produksi kayu bulat menurun 34,43%, dan penerimaan pajak sarang burung walet turun 51%.

Untuk sektor pertambangan dan penggalian, realisasi lifting minyak bumi dan gas terkontraksi 6,13% dari 14,05%, pemintaan hasil pengolahan migas untuk pangsa ekspor juga mengalami penurnanan. “Saat pandemi, harga komoditas minyak bumi, gas alam, batu bara dan penggalian mengalami penurunan. Sektor petanian dan sejenisnya, termasuk pertambangan menjadi dua sektor yang berperan penting,” ujarnya.(ril)

Komentar

Berita Lainnya