oleh

Ekonomi Syariah Belum Sentuh Pelaku Pasar

-Ekbis-408 views

PALEMBANG – Meski sudah ada sejak belasan tahun silam namun hingga kini bisnis ekonomi syariah sepertinya jalan ditempat.

Seperti lembaga perbankan syariah yang masih ada suara sumbang yang menyebut sama seperti perbankan konvensional. Utamanya dari sisi bagi hasil usahanya.

Acara basic training ekonomi syariah di hotel Grand Inna, Minggu (3/2). Foto: Kemas A Rivai/Sumeks.

Padahal, dari sisi pembagian hasil keuntungan usahanya saja berbeda, jika perbankan syariah menerapkan sistem mudharabah, sementara perbankan konvensional menggunakan sistem bunga.

“Sosialisasi perbankan syariah masih terbatas pada segmen tertentu, belum begitu menyentuh langsung ke pelaku pasar pada umumnya,” ungkap Rudi Aryanto,M.Si Direktur Syar’e Manajemen.

Syar’e Manajemen adalah lembaga konsultan yang concern dengan perkembangan ekonomi syariah, utamanya di Sumsel.

Lembaga ini menginisiasi acara basic training ekonomi syariah di hotel Grand Inna, Minggu (3/2).

Seminar  diikuti sebanyak 30 peserta dari beragam latar profesi ini juga disampaikan sejumlah materi berkaitan dengan ekonomi syariah.

Pembicara diantaranya, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEBI), Deki Anwar dan Abdullah Syahroni, juga Pemimpin Divisi (Pimdiv) Syariah Bank Sumsel Babel (BSB).

Penyampaian materi terdiri dari tiga sesi, diantaranya pemahaman dasar hukum islam, islam sebagai jalan hidup.

Selain itu, ada juga materi mengenai gharar dan riba sebagai virus utama dalam ekonomi syariah. Serta di sesi terakhir tentang apa dan bagaimana perbankan syariah itu sendiri.

Pimdiv Syariah BSB, Saekan Noor berharap melalui acara training ekonomi syariah yang digagas share-e management diharapkan bisa memberikan pemahaman dan edukasi bagi masyarakat.

Utamanya para pelaku bisnis yang bertransaksi keuangan baik dalam bentuk tabungan, deposito dan giro hingga pembiayaan pada perbankan syariah, terutama BSB Syariah.

Salah seorang peserta, Ali mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya basic training ekonomi syariah yang baru kali pertama digelar di Sumsel ini.

“Selama ini kami yang berniat hijrah dari perbankan konvensional ke perbankan syariah masih ragu, “ akunya.

Terlebih di tengah derasnya informasi simpang siur terkait ekonomi syariah yang ditampilkan di media sosial.

Ali yang merupakan salah seorang pelaku usaha yang bergerak di bidang perkebunan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini.(kms)

Komentar

Berita Lainnya