oleh

Eksepsi Ditolak, Sidang Turap Berlanjut

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Palembang menolak eksepsi dua terdakwa Rusman dan Junaidi, kasus dugaan korupsi pembangunan turap penahan air Rumah Sakit Kusta Dr Arivai Abdullah Kabupaten Banyuasin tahun 2017.

Majelis hakim diketuai Sahlan Effendi SH MH, pada sidang yang digelar Selasa, (23/11) dengan agenda putusan sela, memerintahkan agar perkara ini tetap dilanjutkan dalam pembuktian persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi.

“Bahwa eksepsi yang diajukan oleh kedua terdakwa sudah masuk pokok perkara, dan haruslah dibuktikan dalam persidangan, untuk itu sebagaimana eksepsi tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima,” tegas Sahlan dalam petikan amar putusannya.

Sebelum menutup persidangan, karena banyaknya saksi yang akan dihadirkan, majelis hakim menetapkan persidangan akan digelar dua kali seminggu yakni pada Selasa dan Jumat.

Menanggapi tidak diterimanya eksepsi yang diajukan tersebut, Arief Budiman SH, penasihat hukum terdakwa Rusman mengaku sedikit kecewa, dikarenakan ada beberapa poin eksepsi yang menurut majelis hakim harus dibuktikan dalam persidangan.

“Terutama mengenai dakwaan penuntut umum yang tidak memisahkan dakwaan (split) antara terdakwa Rusman dan Junaidi, karena menurut kami didalam dakwaan itu ada yang untuk satu orang saja,” ujar Arief.

Selain itu, lanjut Arif, ada satu poin lagi yang menurutnya jelas-jelas salah yakni adanya selisih penjumlahan perhitungan kerugian negara dakwaan penuntut umum Kejati Sumsel.

“Kami menemukan adanya selisih perhitungan sebagaimana dakwaan itu Rp 4 miliar sementara, jika kita hitung lagi itu jumlahnya tidak sampai Rp4 miliar, namun menurut hakim itu harus dibuktikan dalam persidangan,” ungkapnya.

Namun, ia tetap menghormati putusan majelis hakim tidak menerima eksepsi yang diajukan, langkah hukum selanjutnya, ia mengatakan masih akan melihat perkembangan persidangan dan menyiapkan pembelaan.

“Kita juga berharap dalam persidangan nanti, para terdakwa dapat dihadirkan secara langsung dipersidangan agar perkara ini dapat terang benderang tanpa terkendala jaringan internet,” tandasnya.

Diketahui dalam dakwaan JPU, peran dari kedua terdakwa yakni Junaidi selaku pihak kontraktor merupakan Direktur PT. Palcon Indonesia dan Rusman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga merupakan oknum ASN RS Kusta sebagai Kasubag Rumah Tangga.

Keduanya diduga telah mengurangi volume dalam proyek pembangunan turap penahan air RS Kusta Dr Arivai Abdullah, sehingga menyebabkan kerugian negara senilai Rp4,8 miliar, dari nilai pagi anggaran Rp14 miliar.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau 3 ayat  Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya