oleh

Elfin Diharapkan Jadi JC

-Sumsel-108 views

MUARA ENIM – Sejumlah kalangan mengharapkan Elfin Muchtar alias Alvin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU PR Muara Enim yang terjaring OTT KPK, pada Senin (2/9) lalu, bersama Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan Pengusaha Robi,  dapat menjadi  Whistle-Blower (WB) ataupun Justice Collaborator (JC). Soalnya dalam kasus dugaan suap fee proyek pada dinas tersebut diduga  tidak sebatas peda mereka bertiga.

“Kita sangat yakin, kasus OTT KPK yang menimpa pak Bupati Muara Enim dan Alvin Muchtar maupun pengusaha Robi tidak hanya sebatas mereka bertiga. Kita menduga ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Makanya kita mengharapkan saudara Alvin bisa menjadi BW ataupun JC, untuk mengungkap keterlibatan pihak pihak lain dalam kasus ini,” tegas Ketua Harian DPD Partai Golkar Muara Enim, H Adriansyah SE, Selasa (10/9).

Kasus OTT ini, kata dia, sebagai  pintu masuk untuk melakukan bersih-bersih Muara Enim. “Kita berharap Alvin mampu menjadi Whistle-Blower ataupun Justice Collaborator. Karena seorang Alvin yang hanya menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang pada Dinas PUPR tersebut, tidak mungkin bisa menghendalikan organisi Dinas PUPR yang berkaitan dengan bagi-bagi paket  proyek 2019,” tegasnya.

Adriansyah menduga, banyak pihak-pihak yang terlibat dalam permainan paket proyek 2019 yang ada di Dinas PUPR tersebut. Inilah saatnya, lanjutnya, kejadian OTT KPK  dijadikan momentum untuk melakukan bersih-bersih Muara Enim. Karena, seorang Alvin diyakini tahu segala-galanya dalam proses proyek tahun 2019 di Dinas PUPR. Mulai dari pelaksanaan tender, pemanang  tender hingga pada pelaksanaan pekerjaan.

Hal senada juga diutarakan Praktisi Hukum Muara Enim, Firmansyah SH MH. “Untuk kasus OTT ini memang diperlukan BW ataupun JC, supaya kasus korupsi itu tidak hanya  berhenti  terhadap mereka bertiga yang kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka,” tegas Firmansyah, mahasiswa S3 Unsri kandidat doktor hukum ini, Selasa (10/9).

Menurutnya, kasus tersebut harus dibongkar sampai akar-akarnya. Sehingga, lanjutnya, penikmat uang hasil koruptor itu yang kemungkinan  ada pihak-pihak lain bisa terungkap. “Pada kasus OTT KPK ini kuncinya ada di Alvin. Jika Alvin mau menjadi BW, maka tidak menutup kemungkinan diluar ketiga yang telah ditetapkan sebagai tersangk, ada pejabat lain yang terlibat,” tegasnya.

Dijelaskannya, kasus tersebut bisa dibongkar sampai akar-akarnya, jika Alvin bersedia menjadi BW bekerja sama dengan penegak hukum dalam hal ini penyidik KPK. Dengan demikian maka kasus korupsi di Muara Enim yang berkaitan dengan kegiatan proyek tersebut bisa terungkap secara keseluruhan.

Lanjutnya, Justice Collaborator (JC) adalah hak tersangka yang mau bekerjasama dengan  dengan KPK. “Jika Alvin mau melakukannya mengajukan permohonan JC kepada penyidik KPK,  jika permohonan itu dikabulkan, maka dia berpeluang  dituntut lebih ringan, bisa juga potong masa tahanan bahkan dapat pembebasan bersyarat,” tegasnya.

Justru dengan JC diharapkan, pengusutan kasus korupsi di Muara Enim tidak terhenti pada mereka bertiga yang sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi dapat mengusut sampai keakar akanya keterlibatan pihak lain. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya