oleh

Ellyas Pical “Ngadu” Tak Gajian Lima Bulan

JAKARTA – Mantan juara tinju dunia dari Indonesia, Ellyas Pical, mengadu kepada Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto di Kantor Kemenpora, jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13.5).

Bersama 40 rekannya yang merupakan karyawan dluar unsur pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Elly tidak gajian sejak lima bulan terakhir.

“Kami bisa memahami keluhan dan jeritan hati mereka, apalagi ini dalam suasana menjelang kebutuhan Lebaran. Ada yang keluhkan sudah tidak bisa bayar PLN, cicilan rumah, gugatan cerai, tunggakan hutang dan lain sebagainya,” ungkap Sesmenpora Gatot Dewa Broto.

Dalam pertemuan tersebut, Sesmenpora didampingi Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Organisasi Keolahragaan dari Deputi 4 Kemenpora, Herman Chaniago. Masalahnya, Kemenpora tidak bisa menyalurkan dana langsung ke KONI Pusat karena gak wajib.

Ini sesuai dengan arahan Menpora Imam Nahrawi pada Rapim seminggu lalu bahwa sesuai Perpres No. 95 Tahun 2017, maka kini tidak ada lagi penyaluran anggaran untuk KONI untuk kegiatan Wasping (Pengawasasn dan Pendampingan).

Dengan kata lain, Kemenpora tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan kepada mantan jawara Kelas Bantam Yunior (Kelas Super Terbang) itu. Lanjut Sesmenpora, sesuai AD ART KONI, Kemenpora bukan satu-satunya sumber keuangan bagi KONI, maka seharusnya tidak boleh mengandalkan Kemenpora.

Pada pasal 38 AD ART KONI Pusat, dana bisa berasal dari iuran anggota, sumbangan lain yang tidak mengikat, usaha lain yang tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan AD ART serta perundang-undangan

“Segera kita laporkan ke Pak Menteri tentang alternatif-alternatif yang mungkin akan diambil, dengan catatan hanya untuk kebutuhan minimal atau yang pokok saja, karena Kemenpora masih mengesampingkan untuk bantuan anggaran misalnya kegiatan peningkatan kapasitas dan lain sebagainya,” terang Gatot. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya