oleh

Empat Hari di Kepung Banjir, Warga Mulai Beraktivitas Normal

MURATARA – Pasca di kepung banjir selama empat hari empat malam, warga di Desa Pauh dan teranslok, kecamatan Rawas Ilir, Muratara bisa bernapas lega. Pasalnya, kondisi banjir akibat luapan sungai mulai sudah mulai surut dan warga sudah bisa beraktivitas dengan normal.

Kendati peningkatan curah hujan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Muratara, namun kondisi itu tidak secara langsung memengaruhi potensi banjir yang terjadi di bagian hilir Muratara. Ratu warga yang sempat di bincangi Jumat (14/2) menuturkan,    saat ini genangan air sudah tidak lagi menggenangi akses jalan mereka dan warga sudah bisa beraktivitas seperti berkebun dan lainnya.

“Sudah surut banjirnya kemarin sore jalan yang tergenang sudah timbul. Hari ini banyak warga yang beres beres rumah, karena masih banyak sisa lumpur,” katanya. Dia mengaku, wilayah Desa Pauh memang sering ketimban bencana banjir tahunan, karena posisi desa itu sangat dekat dengan muara antara Sungai Musi dengan sungai Rawas.

“Kalau sungai Musi dalam, pasti di wilayah kami kebanjiran. Apa lagi kalau di timpa hujan dari hulu sungai, kedalaman air bisa lebih satu meter,” ungkapnya. Namun warga bersyukur karena banjir kali ini tidak terlalu lama dan hanya berlangsung sampai empat hari.

Pihaknya berharap, kondisi aliran sungai Musi dan Rawas tidak lagi alami peningkatan. Sehingga tidak menimbulkan dampak kebanjiran.  Warga mengaku cukup kerepotan saat alami musibah kebanjiran, lantaran masyarakat tidak bisa beraktivitas dengan normal.

“Kalau diam saja di rumah tidak bekerja abis modal. Rata rata warga di desa kami profesinya petani karet dan petani sawit. Kalau kebun terendam banjir ya cuma bisa menunggu sampaj surut,” tutupnya. Terpisah, Kepala Desa Pauh I juherman saat dikonfirmasi membenarkan jika hari ini warga sudah bisa melakukan aktivitas dengan normal dan kondisi banjir sudah mulai menyusut.

“Hari ini sudah turun banjirnya, jalan jalan sudah tidak tergenang lagi. Walau semalam hujan di hulu tapi tidak berpengaruh ke kami karena arus sungai Musi sekarang sudah mulai lancar,” tegasnya. Dilain tempat, Kepala BPBD Muratara Syarmidi melalui Petugas Operator Pusdalops-PB BPBD Muratara Rahmat, saat dikonfirmasi menuturkan.

Pihaknya mengaku belum melakukan pemantauan lanjutan terkait bencana banjir yang terjadi di wilayah Rawas ilir secara langsung. Pasalnya saat ini tim masih terkendala dengan akses. “Untuk hari ini kami belum mendapat konfirmasi dari tim di sana. Kami belum lakukan prmantauan lanjutan, karena memang kendala akses,” tutupnya.

Sebelumnya BPBD Muratara melalui Pusdal Ops merilis informasi jika ada 546 Rumah, 763 kk dan 2298 Jiwa yang terdampak bencana banjir luapan. Serta 1 unit Jembatan terancam putus, 2 unit SD Terendam, 2 unit SMP Terendam, 2 Unit Postu Terendam dan akses permukiman warga ikut terpendam.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya