oleh

Empat ‘Kantje’ Bikin Usaha Bareng di Jakarta

-Ekbis-380 views

SUMEKS.CO – Empat sekawan yang berteman sejak duduk di bangku SMA dan angkatan 1995 ini memutuskan untuk membuka usaha bersama di Jakarta dengan nama Kantje. Mereka adalah Ria Mu’ad, Rani Murdifah, Soraya shahab dan Debby Dahlan.

Dari pintu masuk rumah makan Sri Melayu yang berada di Jalan Demang Lebar Daun disebelah kiri terhadap pameran produk kerajinan. Di sana terdapat meja berukurang 2 kali 1 meter diatasnya terdapat berbagai kerajinan yang terbuat dari kain tradisional Palembang

Seperti tas, aksesoris, pouch Disampingnya terdapat berbagai pakaian ready to wear berupa blazer dan rompi yang tergantung rapi. Ada juga mukenah. Tidak hanya itu, dibagian depan terdapat bed cover dan d kursi bagian belakang terdapat bantal dengan sarung nan cantik berwarna terang yang sangat cocok menjadi spot potong.

Di sana terdapat empat orang ibu mudah tengah merapikan produk yang ada. Mereka mengenakan busana dari kain khas Palembang , kain Jufri berupa long dress yang tampil cantik. Diceritakan Ria, usaha digeluti ini sejak tahun lalu dan baru diresmikan 20 September lalu di Jakarta. “Nah, hari ini, kami pameran di Sri Melayu untuk memperkenalkan produk kami ke masyarakat Palembang, ” katanya

Menurutnya, pihaknya memilih Palembang produk yang dijual dari kain dan produk khas Sumsel seperti kain songket dan kain jumputan yang dibuat beragam kerajinan dan busana.

Awal memulai usaha ini, sambung dia, karena keempatnya memiliki hobi dan kecintaan yang sama yakni terhadap produk etnik. “Ya, jadi kita kepikiran untuk buka usaha bareng. Ya, kumpul tapi menghasilkan, ” sebutnya.

Selain, masih kata dia, pihaknya ingin melestarikan produk dan kekayaan nusantara apalagi saat ini sentuhan yang diberikan memberikan kesan modern dan tidak lagi kuno. “Tahap awal memang kain tradisional Sumsel, nanti tidak menutup kemungkinan kain dari daerah lain mengingat sangat beragam dan cantik,”

Dikatakan, pihaknya menghadirkan sesuatu yang berbeda yakni selain busana ready to wear juga kerajinan handmade. Mulai dari tas, mukenah, bed cover, sarung bantal, telapak bantal, aksesoris dan produk lainnya. “Banyak produk , konsumen juga bisa custom, ” ucap dia

Dikatakan, di Jakarta pihaknya punya workshop yang berada di Bintaro. Disana tempat kumpul dan membuat produk. Konsumen memang jarang datang kecuali jika sudah janji karena kebanyakan datang ke pameran yang diikuti selain pemasaran juga di lakukan melalui media sosial Instagram @kantje_kantje. “Sejauh respon konsumen sangat bagus dan banyak konsumen yang repeat order. ” sebutnya

Disamping, masih kata dia, banyak konsumen yang loyal konsumen baik perorangan dan perusahaan. Kalau perorangan biasanya handcraft seperti tas, mukenah, baju dan lainnya. Sedangkan untuk perusahaan seperti Souvenier. “Banyak konsumen yang custome dan sejauh ini semua orderan bisa dipenuhi dengan baik, ”

Selama menjalankan usaha, masih kata dia, Pihkanya tidak mengalami kendala kendati dijalankan bersama empat orang. Mengingat semua orang pun sudah mengenal karakter masing masing dan memang setiap orang punya tugas masing-masing seperti marketing, administrasi, produksi dan lainnya. “Kalau karyawan kami tidak punya karena sudah punya tugasnya , yang ada hanya pengrajin sekitar 10 orang,

Kalau pun, masih kata dia, ada selisih paham maka harus diselesaikan detik itu juga dan jangan sampai berlarut. “Kami memang punya workshop dan ditengah kesibukan masing masing , jadi paling diatur waktu untuk meeting,

Di samping, diakui paling penting itu komitmen seluruh anggota untuk memajukan usaha. “Ya, kan komunikasi tidak hanya harus ketemu bisa lewat handphone dan memang disini sudah saling mengerti serta memang passion masing masing, ”

Soal harga, masih kata dia, terbilang standar dengan kualitas terbaik karena di kerjakan sangat teliti. Pengerjaan sekitar 7 hari sampai 10 hari tergantung tingkat kerumitan. “Disini paling penting kepuasan pelanggan dan karena repeat order paling penting. Ke depan kami akan memaksimalkan market di Palembang dengan rutin mengikuti perkembangan pasar disini,” tukasnya. (Yun)

Komentar

Berita Lainnya