oleh

Empat Panitia Seleksi Casis Dihadirkan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang hadirkan 4 orang saksi anggota Polri selaku panitia penyelenggara seleksi calon siswa (casis) Bintara Polda Sumsel tahun 2016 atas perkara dugaan suap penerimaan casis yang menjerat terdakwa oknum polisi berpangkat AKBP bernama Edya Kurnia M. Psi (52).

Adapun keempat saksi itu bernama Muhammad Endang, Ismail Wijaya, Hambali dan Dian Sari Anggraini dihadirkan melalui sidang virtual yang digelar Senin (11/1) dihadapan majelis hakim Tipikor diketuai Abu Hanifah SH MH serta penasihat hukum terdakwa Supendi SH MH.

Keempatnya pun dicecar berbagai pertanyaan baik dari majelis hakim, JPU maupun penasihat hukum terdakwa guna mencari fakta sampai sejauh mana keterlibatan terdakwa dalam perkara ini serta mengakui bahwa pernah mendapatkan sejumlah uang saat menjadi panitia seleksi.

Atas keterangan-keterangan saksi, terdakwa Edya Kurnia yang saat ini merupakan perwira aktif di Polda Jawa Barat ini tidak membantah dan membenarkan keterangan saksi-saksi.

Majelis hakim kembali menunda sidang dan kembali akan melanjutkan persidangan Senin pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya yang dihadirkan oleh pihak JPU.

Ditemui usai sidang, Supendi SH MH, penasihat hukum terdakwa dari Posbakum PN Palembang mengatakan masih akan mempelajari sampai sejauh mana keterlibatan kliennya berdasarkan keterangan saksi-saksi dari JPU.

“Karena ini baru agenda pertama menghadirkan saksi masih kita pelajari sejauh mana keterlibatan klien kami ini, untuk upaya hukum kami selaku penasihat hukum terdakwa yakni nanti menghadirkan saksi ade charge untuk membuktikan kalau klien kami tidak bersalah,” singkat Supendi.

Dijelaskan Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede M Yasin saat pelimpahan berkas beberapa waktu lalu, kasus ini merupakan perkara split dari kasus sebelumnya yakni mantan Kabidokkes Polda Sumsel Kombes Pol (Purn) Drg. Soesilo Pradoto MKes serta Sekretaris Tim Rikkes Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya yang telah di vonis hakim PN Palembang masing-masing dengan pidana penjara selama lima tahun dan empat tahun penjara.

Dalam uraian singkat dakwaan JPU bahwa pada tahun 2016 terdakwa diduga turut serta menerima sejumlah uang senilai Rp 2 miliar yang berasal dari 100 orang titipan calon Bintara melalui terpidana AKBP Syaiful Yahya serta uang sebesar Rp540 juta diduga fee atas diluluskannya 317 orang titipan calon Bintara.

Atas perbuatan terdakwa JPU menjerat terdakwa dalam pasal 12a Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya