oleh

Empat Pemuda Gagahi Anak di Bawah Umur

PRABUMULIH – Apa yang dilakukan Dandy Sanjaya (19), warga Jl Surip, Kelurahan Pasar Dua, Kecamatan Prabumulih Barat dan Septian Kaliandra (19) warga Jl Nur Ilahi, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumsel ini tak patut ditiru.

Keduanya nekat “menggagahi” FE yang di bawah umur secara bergiliran bersama dua pelaku lain yakni Arif dan Roni yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Prabumulih.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku menjalankan aksinya pada Selasa (20/10) sekira pukul 23.00 WIB dimana korban meminta dijemput oleh pelaku Roni (DPO) kemudian pelaku Roni (DPO) datang bersama dengan pelaku Arif (DPO) ke rumah korban. Lalu korban bersama kedua pelaku tersebut pergi ke Prabumulih dan langsung menuju ke bedeng milik pelaku Septian Kaliandra.

Tiba di bedeng sekitar pukul 01.30 WIB pada tanggal 21 Oktober 2020. Kemudian korban disetubuhi oleh ketiga pelaku yaitu Arif (DPO), Roni (DPO) dan Septian Kaliandra secara bergiliran.

Lalu pada 22 Oktober 2020, pelaku Septian Kaliandra menyerahkan korban kepada pelaku Dandy. Kemudian pelaku mengajak korban ke Cafe Cania Cambai. Sampai di cafe tersebut pelaku memabukkan korban untuk selajutnya disetubuhi oleh pelaku.

Selanjutnya pada 24 Oktober 2020, korban dijemput oleh orang tuanya untuk selanjutnya melapor ke Polres Prabumulih.

“Baru dua pelaku yang berhasil kita amankan, dua pelaku lainnya masih DPO dan terus kita kejar,” kata Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi didampingi Wakapolres Kompol Masnoni dan Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman, di sela-sela pres rilis di halaman Mapolres Prabumulih, Rabu (28/10).

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan barang-bukti berupa baju milik korban dan baju milik masing-masing tersangka. “Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 UU RI nomor 17/2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tukasnya.

Dihadapan petugas, kedua pelaku tak bisa berkutik. “Iya pak kami ikut menidurinya bergiliran. Saya yang nomor terakhir dan saya yang nomor tiga pak,” ujar keduanya dengan kedua tangan terborgol.

Kedua pelaku mengaku khilaf. “Saya melakukannya tanpa ada paksaan pak dan tidak ada iming-iming juga. Waktu itu si cewek itu minta dijemput tapi setelah dijemput masih mau ikut tidak mau pulang,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya