oleh

Empat Polisi Sakit Selama Pengamanan Pemilu

-Sumsel-818 views

LUBUKLINGGAU – Pengamanan pemilu mulai pelaksanaan hingga dengan saat ini pengamanannya ekstra ketat dan ekstra luar biasa menguras tenaga. Tak sedikit anggota kepolisian yang bertugas mengamakan pemilu kelelahan dan sakit.

“Saya sendiri saja merasakan saya beberapa hari tidak tidur. Bisa dibilang sebelum pencoblosan H-1 sampai sekarang,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono.

Menurutnya, berarti selama pengamanan pemilu sejak awal hingga saat ini atau sudah empat hari anggota kepolisian sudah tidak tidur-tidur. Dan personel kepolisian tidak berani meninggalkan tugas.

“Oleh sebab itu dengan adanya kegiatan yang full itu, anggota ini ada yang sakit,” ujarnya.

Anggota Polres Lubuklinggau yang melakukan pengamanan pemilu dan sakit ada empat orang. “Tapi tim kesehatan kita, meraka yang sakit langsung kita datang-datangi. Jadi kita berikan obat, kita suntik vitamin, biar mereka cepat sembuh,” terangnya.

Hingga dengan kemarin, kondisi personel yang sakit yakni satu dirawat inap di AR Bunda karena demam berdarah. “Mungkin ditempat lokasi ngepamnya mungkin banyak nyamuk atau apa sehingga dia kena demam berdarah. Trombositnya sudah naik dari 1.500 kalo gak salah sekarang sudah naik 3.000 lebih,” bebernya.

Kemudian yang tiga, satu sudah mengajukan izin dan ada surat keterangan dari rumah sakit sobirin, perlu istirahat. Lalu dua lagi, salah satunya karena umurnya sudah 57 tahun, jadi kecapaian. “Dia kasibsatgaswil yang bertanggung jawab di PPK. Jadi dia istirahat dulu. Sementara tugasnya saya tunjuk penggantinya,” kata Dwi.

Selain itu, satu lagi juga alami kecapaian. “Dia kecapaian saja, jadi proses pemulihan. Jadi empat orang itu saya anggap sudah membaik kondisinya,” timpalnya.

Dwi menambahkan, dalam apel kemarin pagi dirinya telah menyampaikan bahwa telah disiapkan dikantor Polres tempat istirahat. “Jadi pada saat mereka tidak patroli, pada saat dia standby dikantor dia silahkan tidur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sebab anggota yang bertugas pengamanan pemilu tidak ada patokan waktu lagi. “Full dari pagi sampai sore. Pada saat PPK itu selesai jam 12 malam, itu langsung saya suruh pulang. Besok pagi jam 7 atau jam 8 mereka sudah saya perintahkan untuk apel lagi dikantor lagi,” katanya.

Dwi mengaku, pada prinsipnya mending capai beberapa hari daripada ada keributan, capainya lama. “Saya rinsipnya begini mending kami ini capai beberapa hari daripada ada keributan kita capainya lama,” jelasnya.

Sementara itu pelaksanaan pleno di PPK hingga kemarin masih berlangsung di delapan PPK di Lubuklinggau. “Kondisi saat ini alhamdulillah sangat kondusif. Tapi saya imbau juga kepada seluruh masyarakat, situasi yang seperti ini tolong dijaga,” ujarnya.

Kata Dwi, kalau ada yang mencoba-coba entah itu caleg atau siapa yang memprovokasi, akan berhadapan dengan TNI dan polri. “Kami sudah siap apapun resiko taruhannya akan kami hadapi. Jadi jangan coba-coba. Saya juga sudah sampaikan kepada penyelanggara, jangan ada perubahan terkait dengan hasil suara. Saya sudah tekankan dari awal,” tegasnya.

Untuk pengamanan hingga dengan kemarin, setiap PPK ditempel 25 personel. “Nanti yang ngatur adalah anggota kita yang di kasub satgaswil. Sisanya misalkan ada yang pengamannya tidak boleh pulang, tidur ditempat penyimpaan kotak suara. Mungkin ada beberapa orang disuruh pulang dulu nanti beberapa jam balik lagi,” jelasnya.

Selain itu, di Polres Lubuklinggau sudah gabung personel TNI. “Masih ada standby dua peleton ada 60 an orang. Kondisi saat ini alhamdulillah sangat kondusif,” pungkasnya.(Wek)

Komentar

Berita Lainnya