oleh

Enam Saksi Dihadirkan Sidang Kasus Pagar Makam

PALEMBANG – Setelah sehari sebelumnya sidang perkara dugaan korupsi proyek pembangunan pagar makam Kota Pagaralam yang menjerat terdakwa H Sukman, mantan Kadinsos dan selaku kepala PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) serta Doni Irfan selaku Staf PPK Kota Pagaralam, mengalami penundaan dikarenakan gangguan sinyal video virtual. Rabu (14/10) akhirnya digelar dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

Melalui video virtual, enam orang saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pagaralam Willy yang merupakan tim PHO (Profesional Hand Over) serta pejabat dalam pengadaan barang proyek pembangunan pagar makam Kota Pagaralam.

Di hadapan mejelis hakim yang diketua Adi Prasetya SH MH, keenam saksi memberikan keterangan terkait pengadaan proyek pembangunan pagar makam.

“Secara inti dari keterangan saksi-saksi tadi umumnya menguatkan dakwaan kita terhadap kedua terdakwa yang merupakan pihak ketiga (pemborong) pembangunan proyek pagar makam,” kata JPU Willy Pramudya SH yang juga Kasi Pidsus Kejari Pagaralam diwawancarai usai sidang.

Dijelaskannya, keduanya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pagar makam pada Dinsos Pagaralam tahun anggaran 2017 dengan 43 paket proyek sebesar Rp6,977 miliar ini sebenarnya ada tiga tersangka, namun satu tersangka lainnya berinisial F meninggal dunia.

“Saat ini terdakwa sudah ditahan di rutan Pagaralam , adapun modus terdakwa ada tiga cara, yakni yang pertama dalam perencanaan pembangunan tidak menyusun HBS, lalu terdapat harga ongkos pekerjaan terlalu tinggi dan adanya pemberian komitmen fee dari kontraktor,” jelasnya.

Lebih lanjut, kedua terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukummya Azriyanti SH dan Budiman Arif SH sebagaimana dalam dakwaan dijerat melanggar pasal Pasal 2 atau Pasal 3 UU tipikor No 31 tahun 1999 dengan hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda sebesar Rp1 miliar. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya