oleh

Erni: Sebelum Mereka Pergi Saya Sudah Punya Firasat

-Nasional-168 views

SUMEKS.CO – Petugas Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Lampung masih kesulitan mengidentifikasi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Km 96, menjelang pintu gerbang tol Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10).

Akibat kecelakaan tersebut empat orang meninggal dunia. Mereka adalah penumpang mobil sedan BE 1230 BK yang terbakar yakni, Hadi Prayitno (40) dan istrinya Elisabeth Yona (37) serta anak mereka Mikail (7). Kemudian seorang kerabat bernama Kris (14). Sementara dua anak pasangan suami istri (pasutri) itu, Vania (2) dan Pricilia (9) selamat.

Sudah hampir empat jam para keluarga korban menunggu kesiapan jenazah untuk dipulangkan ke rumah duka.

Erni, kakak ipar Hadi mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kabar duka dari seseorang yang mendatangi rumah Hadi di Talang, Sumurputri, Telukbetung Selatan, Bandarlampung.

“Pagi tadi ada orang ke rumah kasih kabar, katanya adek kecelakaan, sempat tidak percaya. Terus saya cek di facebook, ternyata bener. Jadi langsung ke rumah sakit, kebetulan saya udah empat hari di Rumah Hadi main,” kata Erni saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung.

Menurutnya, Hadi dan Elisabet berpamitan pada Jumat sore untuk menuju Lampung Utara guna menghadiri resepsi pernikahan.

“Sebelum mereka pergi saya sudah ada firasat, kedutan mata tidak berhenti. Sampai dapat kabar baru berhenti (kedutan). Orang pamitnya mau kondangan PP (pulang pergi, red), bisa jadi capek. Saya bilang juga kok sebentar bawaanya sampai satu koper gitu,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Erni mengungkapkan bahwa keempat keluarganya yang meninggal dunia tersebut mengalami luka bakar hampir di seluruh bagian tubuh.

“Saya saja kesulitan bedain mana Hadi, orang hitam semua badanya. Tapi kayanya Hadi yang pakai ikat pinggang, Kris itu perempuan jadi saya kurang faham. Cuma dia keponakan Hadi yang katanya mau main ke Bandarlampung,” tandasnya.

Mengenai pemakaman keempatnya, hingga kini dirinya masih berdiskusi dengan kedua belah keluarga guna menentukan tempat peristirahatan terakhirnya. “Ini masih bingung, tidak tau mau di Kotabumi atau disini,” pungkasnya.(Mel/kyd/Radarlampung.co.id)

Komentar

Berita Lainnya