oleh

Es Krim dari Kulit Pisang, Inovasi Tiga Mahasiswa IAIN Salatiga

Salatiga – Pisang merupakan buah familier bagi masyarakat kita. Banyak penggemar. Namun, biasanya yang mempunyai nilai ekonomis hanya buahnya. Kulit pisang hanya memiliki nilai sebagai bahan campuran pakan sapi.

Namun kini berubah. Kulit pisang juga layak dikonsumsi. Di tangan tiga serangkai mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga, Titis Sekarningrum, Anisa Nurul Budi Hastari, Ifti Istiqomah, kulit pisang diolah menjadi es krim. Inovasi es krim kulit pisang ini berawal saat mata kuliah pengembangan kewirausahaan.

Kebetulan mereka bertiga adalah penggemar pisang. “Kemudian dicoba memakai kulit pisang dan saat ini menjadi usaha. Lumayan membantu uang jajan saat Covid-19,” kata Titis saat ditemui di kampusnya. Menurut Titis, riset dan uji coba sebelum kulit pisang ini dijadikan es krim memakan waktu satu minggu. Mereka mencari cara mengolah yang tepat, komposisi bahan, dan juga manfaat dari kulit pisang. Mereka bertiga kemudian memilih kulit pisang ambon, susu, dan raja untuk diolah.

“Prosesnya kulit pisang dicuci, lalu direbus hingga layu. Kemudian dipotong dan diblender,” paparnya. Setelah halus lalu dimasak hingga mendidih. Saat pemasakan ini dicampur tepung maizena, coklat, susu, dan gula pasir. Setelah beberapa saat dan air mendidih lalu didinginkan dan dimasukkan ke freezer selama kurang lebih enam jam. Anisa menambahkan dari literasi yang dibacanya, kulit pisang lebih banyak manfaatnya dibanding buahnya. Selain mengandung vitamin B dan C, juga karbohidrat dan protein. “

Air rebusan kulit pisang juga bisa mencegah kanker, hilangkan rasa nyeri, dan mengobati sakit mata,” imbuhnya. Sementara menurut Ifti, es krim kulit pisang yang diberi merk S-Kupis ini mulai diminati berbagai kalangan, terutama mahasiswa.

“Usaha ini kami lihat peluangnya cukup besar karena saingan tidak ada. Selain itu, biaya produksi dapat ditekan karena di Salatiga ini banyak pengusaha roti, jadi kulit pisangnya bisa kami manfaatkan,” ujarnya. Saat ini S-Kupis baru memiliki varian rasa cokelat. Harga jualnya, kemasan satu liter Rp 20.000 dan yang termurah 50 gram dijual Rp 2.000.

“Kami terus berupaya mengembangkan dan berinovasi, terutama soal varian rasa,” kata Ifti. Biaya produksi sekitar Rp 17.500 untuk 4 liter es krim. Kulit pisang yang dibutuhkan sekitar 4-5 kulit pisang untuk membuat 4 liter es krim. Dosen mata kuliah pengembangan kewirausahaan Heru Prastyo mengatakan, inovasi identik dengan biaya mahal.

“Namun jika memiliki kepekaan terhadap lingkungan, limbah atau barang-barang yang biasa dibuang jika diolah bisa memiliki nilai ekonomis,” jelasnya. Saat ini para mahasiswa masih mengajukan proses perizinan usahanya. Namun, dari sisi kesehatan, produk itu telah dites oleh rekan dari jurusan IPA dan hasilnya aman untuk dikonsumsi. “Saat ini hanya melayani pre-order dengan kapasitas 10 liter per hari,” jelas Heru. (sas/zal/bas) Dhinar Sasongko

Komentar

Berita Lainnya