oleh

Esports Bisa Jadi Lumbung Medali Alternatif di Multieven

JAKARTA – Perkembangan Esports yang masif di Indonesia memunculkan harapan baru dalam menambang medali di ajang multieven. Ke depan, olahraga virtual ini diharapkan bisa menyelamatkan muka Indonesia. Apalagi, cabang olahraga ini akan dipertandingkan di Olimliade.

“Tahun 2022 akan ada SEA Games di Vietnam dan Esports menjadi cabor yang dipertandingkan. Kita harapkan tim Esports kita nantinya memberikan sumbangsih medali di SEA Games. Kemudian di September ada Asian Games di Hangzhou juga ada Esports, tentu harapanperdanEsports juga berikan prestasi di situ,” terang Sekjend KONI Pusat TB Ade Lukman dalam acara bincang media dengan tema “Membangun Jenjang Karir Esports dan Prestasi Bangsa” yang merupakan bagian rangkaian penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021, Rabu (24/11).

Hadir sebagai narasumber dalam acara itu, selain Ade Lukman, ada Kabid Humas dan Komunikasi PB Esports Indonesia (PBESI) Ashadi Ang. Kemudian Esports Manager Tencent Indonesia Agung Chaniago, Head of Brand Marketing MPL Layla Safira, dan Sekretaris Jenderal Piala Presiden Esports 2021 Matthew Airlangga.

Lanjut Ade, melihat potensi yang ada di Esports pihaknya akan persiapkan dengan baik. Sehingga ketika nanti dipertandingkan, betul-betul para atlet sudah siap. Apalagi atlet-atlet Indonesia juga sudah banyak menjuarai tingkat asia, bahkan juga dunia. Ini akan menjadi potensi bagi Indonesia agar tidak hanya mendapat medali dari cabor bulu tangkis atau angkat besi saja, tapi dari Esports juga menjadi cabor yang membanggakan.

“Potensi atletnya sudah sangat baik, tinggal bagaimana kita membina mereka dengan pelatihan dan sistem kompetisi rutin dan berjenjang,” tukas Ade Lukman.

Dikatakan Kabid Humas dan Komunikasi PBESI Ashadi Ang, dari sisi pembinaan PBESI tengah menyusun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tujuannya, agar memasukkan Esports sebagai ekstrakurikuler pendidikan di tingkat SMP, SMA, dan SMK. Harapannya, ke depan bisa terbentuk fondasi bagi generasi muda yang ingin menekuni esports baik sebagai atlet maupun karir terkait lainnya di kemudian hari.

Untuk ke depannya, akan diperkuat juga dengan sistem kompetisi nasional yang terdiri dari Liga 1, Liga 2, Liga Amatir maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya baik mayor dan minor serta turnamen level komunitas. “Kita ingin menciptakan ekosistem esports yang adil, merata, terstruktur, dan berkesinambungan. Sebelumnya di PON kita sudah berhasil mempertandingkan esports di Papua dan antusiasmenya sangat luar biasa. Jadi kita yakin bahwasanya esports tidak melulu hanya di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, tapi ini akan mencakup keseluruhan di Tanah Air,” tukas Ashadi.

Adapun dari pelaksanaan Piala Presiden Esports 2021, telah menyelesaikan babak kualifikasi tertutup dan akan segera memasuki babak kualifikasi terbuka sebelum akhirnya masuk ke babak grand final di Nusa Dua, Bali, Desember nanti. Total tidak kurang dari 130 ribu atlet esports berpartisipasi dari berbagai daerah di Indonesia. Sejauh ini sudah tereksekusi lebih dari tiga ribu pertandingan.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya