oleh

Evaluasi Belajar Daring

Oleh;.Drs.H.Riza Fahlevi,MM)
Pandemi Covid-19 diperkirakan masuk ke Sumsel dibulan maret, Kala itu para siswa sedang asyik belajar di kelas. Mereka tengah serius dan tekun mengikuti pembelajaran dalam bimbingan bapak dan ibu guru. apalagi siswa kelas 6 kelas 9 dan kekas 12 akan menghadapi UN Di tengah keceriaan belajar itu, tiba-tiba UN ditiadakan diinstruksikan untuk belajar di rumah dengan menggunakan bahan ajar yang ada. Terbayang dalam pikiran , bagaimana keberlangsungan belajar mereka?

Sebagai pengelola pebdidikan di Propinsi, saya teringat media pembelajaran berbasis IT yang dikembangkan pemerintah, yang berbasis Daring (online) yaitu Rumah Belajar dan Tv Edukasi yang bisa nereka akses dari rumah masing2. Media ini dikembangkan dengan tujuan memberikan tambahan pelajaran bagi siswa dan juga tambahan pengetahuan bagi guru.

Adanya fasilitas ini merupakan salah satu, jalan keluar dari kekhawatiran . Keluarga yang di rumahnya mempunyai fasilitas IT dan internet, dapat memanfaatkan salah satunya Rumah Belajar dan Tv Edukasi. Melalui fasilitas tersebut, siswa dan guru bisa tetap belajar dengan bimbingan orang tua dan guru.

Hasil evaluasi pembellajaran sistem daring dari dua minggu ke dua minggu selanjutnya sebagai berikut :

Dua Minggu ke-1 (1/2 bulan) berjalan dengan normal, siswa sangat semangat, begitu juga guru. Pengguna daring/online seperti Rumah Belajar dan Tv Edukasi melonjak drastis. Semua semangat mengikuti program yang sudah disediakan sekolah fasilitas yang disiapkan aplikasi tersebut

Dua Minggu ke-2 (1 bulan) masih semangat. Kenaikan pengguna tetap tinggi, tetapi tidak sebesar dua minggu ke-1. Banyaknya pilihan materi yang disediakan dan bisa diakses, membuat pembelajaran tidak monoton.

Dua Minggu ke-3 (1,5 bulan) masih semangat walaupun sudah ada penurunan dibandingkan dua minggu ke-2. Tanda-tanda kejenuhan siswa dan guru mulai terasa. Mungkin, pilihan materi sudah harus ditambah bukan hanya konten pembelajaran termasuk tentang pandemi covid-19 , tetapi juga materi yang ada kaitannya dengan meningkatkan motivasi, materi yang mengandung  edutainment (bermain sambil belajar), serta bimbingan konseling yang bertema permainan edukatif.

Belajar di rumah karena virus corona akan segera memasuki dua minggu ke-4 (2 bln) Tantangan bagi kita semua untuk mempertahankan semangat siswa dan guru untuk konsisten belajar di rumah. Jangan terjadi kebosanan, baik guru maupun siswa.

Apa yang harus dilakukan? Materi-materi yang terkait dengan trauma healing dan bermain sambil belajar perlu segera disediakan pada pembelajaran daring seperti di Rumah Belajar dan Tv Edukasi. Walaupun saya yakin itu tidak sepenuhnya menjadi jalan keluar mengatasi kebosanan siswa dan guru dengan learning management system yang ada. Namun, paling tidak ada pilihan bahan pengetahuan lain yang lebih menyenangkan.

Bagaimana dengan daerah-daerah dengan fasilitas IT yang terbatas. Ini juga tantangan lain yang harus dijawab oleh layanan pendidikan kita. Bahan ajar berbasis komik, bahan ajar berbasis permainan yang sifatnya individu dan kelompok-kelompok kecil perlu diciptakan, juga tugas2 berupa lks maupun fortopolio, sehingga mereka bisa tetap belajar di rumah dengan senang.

Banyak hal yang masih harus kita kerjakan. Kita berharap suasana pendidikan dan proses pembelajaran normal kembali, siswa dan guru kembali ke sekolah. Suasana keceriaan pertemuan guru dan siswa tidak bisa tergantikan, canda dan keisengan antarsiswa yang mewarnai sosialisasi dan proses kehidupan di sekolah menimbulkan rasa kangen antarmereka. Begitu juga suara guru yang nyaring, memberi motivasi siswa, memberi harapan kehidupan yang luar biasa untuk menatap masa depan anak-anak kita.

Adanya pandemi corona, membuat kita semakin sadar, bahwa guru memang tidak akan tergantikan oleh apa pun dan siapa pun dalam proses pendidikan. (*)

(By.Drs.H.Riza Fahlevi,MM)
Plt.Kadisdik Prop Sumsel

 

Komentar

Berita Lainnya