oleh

Fans Pukul Intanon, Greysia/Apriyani Catatkan Rekor

BANGKOK – Kejutan terjadi di Grup B BWF World Tour Finals 2020 di Impact Arena, Bangkok, Rabu (27/1). Tunggal putri tuan rumah Pornpawee Chochuwong berhasil menjungkalkan seniornya Ratchanok Intanon yang juga idolanya.

“Ini momen besar buat saya,” kata tunggal putri Thailand Pornpawee Chochuwong, usai mengalahkan seniornya Intanon.

Chochuwong mengaku penggemar Intanon, dan hari ini dia keluar dari bayangan ikonnya. Peringkat 13 dunia itu mendapat momen yang telah lama dia cari. Mengalahkan Intanon, dan hebatnya itu terjadi BWF World Tour Finals. Di negara sendiri pula, meski tak ada penonton di arena.

Chochuwong menang 15-21 21-11 21-18. “Saya telah mengaguminya sejak lama. Ini adalah pertama kalinya saya di Final Tur Dunia dan ini adalah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat gembira. Kemenangan hari ini membuat saya percaya diri untuk pertandingan yang akan datang,” kata Chochuwong di laman resmi BWF. “Saya tidak bermain bagus di gim pertama, tetapi di gim kedua saya memaksanya masuk ke dalam permainan saya dan terus menekannya,” imbuhnya.

Sementara Intanon pun memuji lawannya. Putri Thailand ranking lima dunia itu mengaku terbawa irama Chochuwong. “Saya sangat kecewa tidak bisa memainkan permainan saya. Dia bertahannya dengan sangat baik dan menyerang saya pada saat yang tepat. Saya mengikuti permainannya. Saya tidak bisa mengendalikan diri dengan baik,” kata Intanon.

Kemenangan Chochuwong atas Intanon bisa dibilang menjadi satu-satunya kejutan besar di hari pertama penyisihan grup BWF World Tour Finals 2020. Ingat, 2020, bukan 2021.

Meski tak ada lagi kejutan berarti, tetapi 19 pertandingan lainnya di masing-masing grup dan sektor berjalan ketat. Satu yang paling ketat, dan tercatat sebagai pertandingan paling lama hari ini ialah duel ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs pasangan Korea Lee So Hee/Shin Seung Chan. Satu jam 34 menit. Badminton Talk pun mencatat, 94 menit merupakan rekor pertandingan paling lama buat pemain Indonesia di superseries finals atau world tour finals.

“Inilah ganda putri. Kami harus menerima bahwa permainan panjang adalah suatu keharusan. Terutama di Final Tur Dunia, semua pemain terbaik ada di sini,” kata Greysia setelah bersama Apriyani memenangi laga itu dengan 21-17 22-24 21-15. (bwf/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya