oleh

Faseta : Hanya Enam Huruf Pelaku “Biadab”

-Headline-136 views

INDRALAYA – Faseta Ibu Kandung  Muhammad Akbar (19) mahasiswa Universitas Tanam Siswa (Unitas) yang menjadi korban saat mengikuti pra-diksar Menwa,  dengan melibatkan dua Perguruan Tinggi, Unitas dan UMP di Desa  Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), benar-benar murka.

Betapa tidak buah kasih sayangnya Muhammad Akbar, putra pertama dari 4 bersaudara harus “Berakhir” hidupnya dalam sebuah kegiatan Pra Diksar yang penuh dengan kekerasan fisik .

“Hanya enam huruf yang bisa saya katakan, pelakunya Biadab, harus dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati, ”katanya kepada koran ini di mapolres OI Kemarin (4/11)

Kedatangan Faseta bersama suaminya Tito ke Mapolres OI , dalam rangka memenuhi panggilan surat pemberitahuan  Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dilakukan jajaran Polres OI, dalam kasus kematian Muhammad Akbar yang dianggap tidak wajar.

Faseta juga berharap, agar Polres OI untuk terus melakukan pendalaman dalam kasus menimpa anaknya yang selama ini berharap, bila kelak lulus menjadi Menwa, lalu selesai sarjananya, bisa mengikuti pendidikan Wamil TNI,”Cita-cita anakku , memang ingin  jadi TNI, melalui Menwa TNI (Sekarang PaPK TNI), tapi akhirnya terkubur semuanya .”katanya.

Masih kara Faseta, selain tiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka, pihaknya juga akan terus mengawal kasus ini hingga sampai ke meja hijau,”Kami juga akan terus mengikuti perkembangan kasus ini, karena ada khabar bakal ada Tersangka lainnya, tolong kalau  sidang pengadilan nanti.”timpal Tito.

Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin mengatakan,   sampai saat ini pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka, yang sudah menjalani pemeriksaan dan penahanan .

“Penyidikan tidak sampai pada tiga Tersangka, melainkan  akan terus dikembangkan, sembari mengumpulkan dan mencari barang bukti lainnya,”katanya

Terkait  adanya barang bukti tali  tambang, pihaknya juga masih  terus melakukan penyidikan, apakah  ada hubungan erat dengan kematian Korban , dengan tersangka lainnya.

“Perlu diketahui dalam perkara kasus ini, kami sangat mengatensi, karena tanggungjawabnya bukan hanya pada pihak keluarga korban melainkan kepada masyarakat, Publik, dan atasan, mohon bersabar, berikan kami waktu untuk menuntaskannya,”tukasnya (Sid)

Komentar

Berita Lainnya