oleh

Fasilitas tak Lengkap, Mahasiswa UIN Geruduk Kantor Gubernur

PALEMBANG – Mahasiswa UIN Raden Fatah menggelar aksi di kantor Gubernur Sumsel, Senin (7/10) pagi. Kedatangan puluhan mahasiswa ini menuntut pihak Rektorat untuk menyelesaikan masalah pungli dan persoalan minimnya fasilitas kampus.

Koordinator Lapangan Septi Prabtina mengatakan bahwa aksi demo yang mereka lakukan itu terkait pungli di Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah.

“Pungli itu meliputi pembayaran monakosa, seminar proposal, dan komprehensive. Satu mahasiswa dipungut Rp200 ribu,” kata Septi.

Fasilitas kampus juga menjadi tuntutan mahasiswa. Seperti AC yang tidak hidup, kipas angin tidak hidup. Selain itu, lahan parkir yang tak layak dan becek.

“Kami menuntut hak kami mahasiswa. Kami juga kecewa kegiatan kami sering direndahkan, kami dianggap tidak berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dema Fakultas Ushuludin Ahmad Wahyudi menambahkan, tuntutan aksi mahasiswa hari ini adalah soal kurangnya fasilitas, banyaknya pungli seperti ujian komprehensive, fasilitas kelas yang tidak memadai.

“Di rektorat, banyak kebohongan yang tidak diketahui mahasiswa. Selama saya masuk, fasilitas di sini tidak memadai. Padahal UKT terus naik,” tegasnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ushuludin Dr Alfi Julizun Azwar M Ag melalui Wakil Dekan III Dr M Mawangir MAg mendukung aksi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, apa yang menjadi aspirasi mahasiswa sangat bagus untuk disampaikan supaya memperoleh penyelesaian dan dijelaskan secara prosedur ke rektorat.

“Jadi seluruhnya ada mekanisme dan tidak bisa langsung dieksekusi ke rektorat, namun apa yang disampaikan oleh mahasiswa akan disampaikan ke rektorat,” tukasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya